duniahitam

tentang hidup yang terkekang

Day 3 with Nissan March: Little Miss March Bikin Malas Pulang

leave a comment »

Tell me why? I don’t like Mondays. I want to shoot the whole day down.

Lagu super nampol dari The Boomtown Rats ini agaknya jadi lagu kebangsaan sebagian kaum pekerja yang enggan mengakhiri weekend, dan dihadapkan pada beban pekerjaan sehari-hari.

Senin, 12 September 2011, I know that I would love this Monday, and I’ll tell you why. Ini hari pertama saya membawa si Little Miss March ke kantor. Saya penasaran, apakah March yang sangat enak dikendarai sepanjang akhir minggu ini juga berperilaku sama saat didera rutinitas kerja Senin-Jumat, 9 to 5? Seperti nasehat seorang senior saya di Mapaba, klub pecinta alam semasa SMA dulu. “Ney, kalo mau tau karakter aslinya cewek, jangan liat pas lo lagi ajak dia makan di restoran mahal, tapi liat pas lo ajak dia makan di warteg!”

Hehehe. Doktrin sederhana yang didasari mental anak gunung yang serba cheap bastard itu akan saya coba terapkan pada Little Miss March. “Kelakuan lo masih enak waktu diajak ngebut di tol dan meluncur santai. Coba kita liat tingkah lo kalo kena macet Jakarta, Senin sampai Jumat.”

Sayangnya niat menyiksa March pagi itu harus ditunda, karena seperti biasa saya harus menjemput Intan, teman sekantor yang juga merangkap carpool buddy. Rencana bermacet-macet lewat Bendungan Hilir, Senayan, Hang Lekir, dan Blok M yang bisa menghabiskan waktu 45 menit sampai 1 jam, nggak jadi. Sebagai gantinya, kami (saya, Intan dan seorang joki 3-in-1) ngebut melahap jalur 3-in-1 di Jalan Sudirman, dan dalam waktu 10 menit sudah sampai di kantor. Hahaha. Siapa bilang Jakarta macet? *siap-siap dirajam massa*

Nissan March diparkir di seberang Recapital Building.

Nissan March diparkir di lantai P1, Pacific Place.

Pulang dari kantor jam 18:00 WIB, saya langsung pergi ke Fitness First Pacific Place. Selesai latihan jam 20:00, sempat ketemu sebentar dengan Dody dan Cipluk di Liberica. Dalam perjalanan dari Pacific Place menuju ke rumah, tiba-tiba saya malas pulang. Baru jam 21:00 lewat, ngapain buru-buru? Saya pun menggeber si March melibas Sudirman, Bunderan HI, Sutan Syahrir, masuk ke jalan-jalan kecil di Menteng, Cikini, dan keluar di Imam Bonjol, dan Blora, sebelum akhirnya benar-benar mengarahkan mobil itu pulang ke Tanah Abang.

Ada satu hal yang saya kurang suka dengan March. Walaupun kabinnya luas dengan ruang kaki yang lapang untuk penumpang dan pengemudi, letak pedal-pedalnya (kopling, rem, dan gas) terlalu berdekatan. Seolah-olah dirancang untuk pengemudi perempuan, atau orang yang ukuran kakinya agak kecil. Butuh penyesuaian buat saya yang hampir selalu pakai boots dan terbiasa nyetir mobil tipe minibus yang jarak antar pedalnya cukup berjauhan. Awalnya memang kagok, tapi lama-lama akhirnya terbiasa juga.

I love driving. Especially at night.

Males pulang, keliling-keliling dulu naik Nissan March.

Advertisements

Written by Waraney Rawung

September 14, 2011 at 11:58 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: