duniahitam

tentang hidup yang terkekang

Malam Yang Sangat Kora-kora

leave a comment »

Selamat pagi, teman. Sekarang sudah lewat jam dua pagi, dan kantuk belum juga menghampiri. Saya sedang duduk di meja tengah Coffeewar, menikmati lagu-lagu super galau bikin ingin garuk-garuk aspal yang dibawakan live oleh Mian Meuthia dan Hendra Timothy. Radiohead, Portishead, U2, New Order, dan nggak tau apa lagi. Semakin suicidal rasanya setelah melalui sesi curhat-berselubung-filsafat-dunia-fantasi dengan beberapa teman.

Analisa super dahsyat nan jitu dari Isky menggiring forum untuk memutuskan bahwa hidup saya setahun terakhir ini termasuk dalam mazhab filsafat Kora-kora.

Up and down, up and down, up and down, up and down, to the point that you no longer know which one is up and which one is down. In the end, you’re just there for the sake of holding on, and at one point you just get your brain wired, close your eyes, and jump ship.

Eh kampret. Nampol banget analisanya.

aku bertanya kepada temanku, apa yang beratkan pikiranmu malam ini?
jawabnya, kenapa hanya kau yang bisa terbang dan menembus tembok?

daripada dengarkan morrisey, lebih baik begini begitu si babe dan mpok royane
karena aku cinta j.a.k.a.r.t.a. di setiap lembar ototku, di setiap semburan kentutku
karena kota yang kelewat chairil ini kadang terasa begitu nihil, jeritkan a case of you
dan kita berjalan menunduk, berharap aspal kaku jadi ombak-ombak putih uluwatu

ia tak pernah pergi dari sisimu
tak kau rasakan wangi rambutnya?

 

Advertisements

Written by Waraney Rawung

January 21, 2011 at 7:16 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: