duniahitam

tentang hidup yang terkekang

penerbit pemalas, vespa centil, dan holiday blurb

leave a comment »

Setelah bermalas-malasan beberapa hari selama masa libur Lebaran ini, kemarin akhirnya saya mengirim email ke Kadek (contact person kami di panitia UWRF) mengenai koreksi blurb buku puisi Mikael dan beberapa koreksi lainnya. Seperti sudah saya ceritakan di post sebelumnya, Mikael minta blurb-nya diganti. Blurb yang saya dan Anya buat katanya membuat dia terbaca seperti orang lulusan TUK. Hehehe…

Selain itu, judul buku Anya yang seharusnya The City is Fireworks, tertulis di website jadi The City of Fireworks. Nama penerbit irisPUSTAKA yang seharusnya dengan huruf ‘i’ kecil, ditulis dengan ‘I’ besar. Hal sepele buat sebagian orang, mungkin. Tapi cukup penting buat kami.

Seharusnya ini sudah saya lakukan seminggu yang lalu. Tapi kesempatan tidur nyenyak, bangun pagi, dan tidur lagi sampai siang, membuat saya malas menyentuh komputer. Apalagi ada setumpuk DVD yang menagih ditonton.

Sampai akhirnya Mikael harus menculik saya naik vespa centilnya pergi ke rumah Anya di hari Lebaran pertama. Setelah minta makan sama Anya (Lapar! Warung-warung tutup semua!), kami lalu ngobrol sebentar soal rencana-rencana di Bali. Kedua pelaku kudeta sastra itu lalu nonton DVD, sedangkan saya mengirim email kepada Kadek soal koreksi blurb dll tadi. Setelah urusan email selesai, saya browsing thesartorialist blog, mencari model yang bagus buat rambut saya yang sudah gondrong dan kembali belah pantat ini.  🙂

Sore ini saya cek website UWRF, dan kaget melihat koreksi yang saya minta sudah dipasang. Cepat juga respon mereka. Padahal ini kan hari libur.

Terima kasih buat Kadek dan teman-teman di UWRF yang tahan mengurusi kami-kami yang cerewet ini!

Two poetry anthologies:

The City is Fireworks by Gratiagusti Chananya Rompas (Anya)
We Are Nowhere and It’s Wow by Mikael Johani
Anya harnesses a city’s elements such as lamps, highrise or sidewalks to depict love, anger, sorrow, loss and hope in the rhythm of dark and light. Mikael Johani’s first poetry collection is divided  into three sections, home, home part deux, away, and we are nowhere and it’s wow. because he likes being coy. home is away, away is home, part deux is part un, nowhere is somewhere etc. includes such orientalist pesudo-political poems as away with wiji thukul I-VIII as well as apathetic occidentalist ones like esthétique du mall. Published by irisPUSTAKA
18.00-19.00, at Gaya Fusion Sayan | www.gayafusion.com

Advertisements

Written by Waraney Rawung

October 2, 2008 at 12:42 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: