duniahitam

tentang hidup yang terkekang

Bapa Kami Yang di Surga

leave a comment »

Saya percaya Tuhan. Saya percaya hal-hal utama dalam agama Kristen yang saya anut, seperti Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Tapi hanya berhenti sampai di situ. I was never a religious person anyway.

Sejak saya kecil, ada banyak sekali pertanyaan tentang agama, terutama tentang konsep kematian, surga dan neraka yang sering mengganggu pikiran. Kalau sudah mulai terpikir hal-hal semacam itu, pasti sulit tidur. Melek sampai jam 3 pagi.

Ayah saya adalah orang yang sangat terbuka. Hampir-hampir sangat liberal. Dia selalu menekankan kepada anak-anaknya untuk tidak pernah berhenti mempertanyakan segala sesuatu yang kita pelajari. Bahkan sampai ke soal-soal agama.

Ajaran yang melekat dalam diri saya sampai sekarang.

Saya percaya Tuhan. Tapi saya sangat jarang ke gereja. Tahun lalu, jarang sekali saya menginjakkan kaki di Rumah Tuhan itu. Tahun ini baru sekali, dan itu pun pada saat Jumat Agung kemarin. Hari Paskah saya lalui di rumah tanpa melakukan hal-hal istimewa. Saya bahkan lupa mengucapkan Selamat Paskah pada keluarga saya.

Pagi ini sebelum berangkat ke kantor, saya mampir ke rumah kakak laki-laki saya (kami tinggal di kompleks Perumnas yang sama). Sejak tadi malam ibu saya datang menginap di sana, dan baru akan kembali ke rumahnya di Cinere minggu depan.

Sesampainya di sana, semua sedang makan pagi. Kakak saya dan dua anaknya yang masih kelas satu dan dua SD, serta ibu saya. Saya pun kebagian sepiring nasi, tiga potong sosis goreng, dan kerupuk. Lumayan, di kantor tak perlu beli bubur ayam lagi.

Kami pun ngobrol-ngobrol ringan. Sesuatu yang sangat jarang bisa kami lakukan sejak sepuluh tahun terakhir ini, sejak kami semua tinggal terpisah. Ibu mengontrak rumah di Cinere (sebelumnya di Bintaro), sedangkan kami anak-anak tetap di Tanah Abang, walaupun di flat Perumnas yang berbeda.

Saat saya pamitan berangkat ke kantor, kakak saya memberikan sebuah gambar kecil Yesus. Yesus yang sedang berdoa di Taman Getsemani.

Kakak saya, walaupun dalam banyak hal lebih bajingan dan hidupnya hampir tak pernah lurus, anehnya selalu lebih religius dari saya. Dan pagi ini ia memberikan gambar Yesus.

Sekarang gambar itu saya taruh di atas keyboard, sedikit bersandar di monitor.

Bapa kami yang di surga. Bantulah agar saya dapat lebih fokus bekerja.

 

 

Technorati Tags: ,,

Advertisements

Written by Waraney Rawung

March 25, 2008 at 2:02 AM

Posted in agama, hari ini, keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: