duniahitam

tentang hidup yang terkekang

Saat Semua Orang Jadi Turis

leave a comment »

Beberapa teman sudah mulai bersiap-siap menghabiskan akhir minggu kelewat panjang bulan ini (tanggal 7-9 dan 20-23). Bali agaknya jadi tempat pilihan utama. Tak terlalu jauh, relatif murah, dengan kenikmatan berlibur maksimal.

Memikirkan liburan di Bali memang tindakan yang kurang baik saat sedang dikejar-kejar deadline. Rasa malas dan ingin memberontak hanya sebagian dari campur aduk pikiran yang timbul, terutama saat membayangkan sore-sore begini enaknya duduk-duduk di salah satu kafe yang berjejer di Monkey Forest Road, Ubud.

Terakhir saya ke Bali, ya waktu jadi relawan acara Ubud Writers and Readers Festival tahun lalu. Tahun ini rencananya datang lagi, walaupun kapok jadi relawan dan hanya ingin jadi peserta saja.

Sambil mupeng mikirin Bali, iseng-iseng blogwalking. Lalu baca blog teman yang tinggal di Bali. Dia belum lama pindah ke sana, dan itu pun karena tuntutan pekerjaan.

Dia sering kesal karena walaupun bukan turis, tapi sering disangka turis dan selalu dipanggil-panggil oleh mas-mas yang menyewakan motor. Siapa pun yang pernah ke Bali pasti pernah mengalami hal ini. Tak mengganggu, hanya kadang-kadang mengherankan. Semua orang dipukul rata jadi turis. Tak peduli muka sama Melayu kulit sama gelap, kalau bukan Malaysia pasti Taiwan atau Thailand.

Seperti yang beberapa kali terjadi pada saya. Lagi enak-enak jalan di pantai Seminyak, tiba-tiba disapa oleh seorang bapak dengan bahasa Cina. Saat melihat saya cuma bisa bengong tanpa menjawab, sapaan berubah jadi logat Melayu. Bingung menjawab, saya hanya cengengesan dan berlalu.

Rupanya di sini semua orang memang dianggap turis. Tak heran liburan di sini menyenangkan.

Belakangan terpikir juga, dengan sedemikian banyak kompetitor, berapa penghasilan para pemilik penyewaan motor itu ya? Sedemikian banyaknya penjual ini-itu, pemilik usaha ini-itu. Di musim-musim sepi turis, apa mereka lalu alih usaha?

Capek ngobrol soal ‘motorcycle’, saya dan teman tadi akhirnya berbalas puisi. Lumayan untuk menghilangkan suntuk.

Kembali ke proposal, Ney!

Technorati Tags: ,
Advertisements

Written by Waraney Rawung

March 5, 2008 at 9:07 AM

Posted in hari ini

Tagged with

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: