duniahitam

tentang hidup yang terkekang

Archive for March 2008

Mari Merayakan Ulang Tahun BungaMatahari!

leave a comment »

Halo teman-teman,

Menyambut ulang tahun BungaMatahari ke 8 tahun ini (19 April), ada beberapa acara yang akan diadakan:

1. Jalan-jalan ke Yogyakarta.
Acara ini merupakan hasil ngobrol-ngobrol larut malam dengan Kinu sepulang dari ulang tahun Apresiasi Sastra. Saking asiknya ngobrol, Kinu sampai ketinggalan kereta pulang ke Yogya. Hehehe….

Di Yogya, agaknya tidak akan ada acara resmi-resmian. Hanya kumpul-kumpul di malam Minggu di tempat yang enak untuk ngobrol ngalor-ngidul, baca puisi spontan atau mungkin genjrang-genjreng. Yang penting senang dan dapat kenalan baru.

Tua-muda, siapa saja, semua bisa ikut. Rombongan dari Jakarta akan berangkat Jumat malam naik kereta. Tiket dan kepastian jam keberangkatan belum jelas. Hahaha…Yang penting niat, soal lain belakangan.

Untuk yang tinggal di Jakarta dan ingin ikut, bisa sms saya di 0816 116 3015. Kami perlu tahu kira-kira berapa orang yang akan pergi.

eman-teman dari daerah lain (Salatiga? Bali?) yang ingin ikut silahkan mengorganisir diri sendiri.

2. BengkelKata: Sastra Suka-Suka – Tuhkan Ada Hal-hal Yang Belum Selesai!
Acara berbagi ilmu main-main di dunia maya ini rencananya diadakan awal April. Tapi melihat kesibukan orang-orang yang terlibat di dalamnya, agaknya terlalu ambisius kalau dipaksakan. Berarti diundur sesudah Jalan-jalan ke Yogya.

Saya sudah bertemu dengan Yuni, manajer Cafe au Lait di Jalan Cikini Raya (BuMa beberapa kali mengadakan acara di sana), dan dia setuju tempatnya digunakan. Tinggal kepastian jumlah orang, waktu, dan peralatan yang diperlukan (perlu menyewa in focus dan screen-nya).

Sementara itu, mungkin teman-teman bisa menyumbang ide tentang topik apa saja yang bisa dibicarakan?

Ingat, acara ini diadakan untuk berbagi ilmu tentang cara-cara bersastra di internet. Jadi kita ingin tahu, selain mailing list, friendster, multiply, blogspot (dan saudara-saudaranya), firefox, flock, ning, friendfeed, twitter, facebook, apakah ada arena-arena lainnya yang sama menyenangkan atau lebih menantang?

Kalau ada yang merasa mampu dan mau membagi ilmunya, silakan japri Mikael Johani di mikalejohain@yahoo.co.uk (disclaimer: beliau ditunjuk dengan semena-mena tanpa persetujuan terlebih dahulu). Tentu lebih nikmat kalau acaranya tak terstruktur dan lebih terasa seperti ngobrol-ngobrol santai. Tapi tak ada salahnya juga kalau ada yang sukarela jadi salah satu pembagi ilmu.

Semangat (duileh berat amat) yang ingin diangkat dalam acara ini adalah, untuk soal bersastra di internet tak ada kata selesai!

3. KebunKata ‘UlangTahun’
Karena sebagian Tukang Kebun dan penggiat BuMa kabur ke Yogyakarta, siapa pun yang merasa anggota BuMa di Jakarta dan kota-kota lainnya bisa mengadakan acara ini. Gampang kok. Kumpulkan aja teman-teman kamu yang cukup narsis dan suka bermain-main kata. Janjian di satu tempat yang nyaman dan tidak bikin kantong jebol, tentukan tanggal dan umumkan! Nggak perlu panitia-panitiaan yang ribet. Yang penting senang!

Seru kan, kalau ulang tahun BungaMatahari bisa dirayakan bersamaan pada tanggal 19 April (hari Sabtu lho!) di beberapa kota sekaligus. Ayo Banda Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Malang, Solo, Salatiga, Surabaya, Manado, Balikpapan, Denpasar, Jayapura, Merauke, dan lain-lain! Kalian pasti bisa membuat acara yang lebih keren dari yang pernah dibuat sebelumnya!

Ayo! Pasti seru! Masa kalah sama otonomi daerah? Hehehehe…

4. T-shirt BungaMatahari
Yang berminat beli, silahkan japri saya di screamingney@gmail.com atau

sms di 0816 116 3015. Disain dan detail pembeliannya bisa di lihat di attachment atau klik di sini.

Semua Bisa Berpuisi! Yang Tak Setuju Dengan Ini Juga Tak Apa-Apa…Hahahahaha

Waraney Herald Rawung

Technorati Tags: ,
Advertisements

Written by Waraney Rawung

March 31, 2008 at 10:42 AM

Posted in bungamatahari, sastra

Check out my Slide Show!

leave a comment »

Written by Waraney Rawung

March 28, 2008 at 12:07 PM

Posted in foto, sastra, teman

Laksmi Good Food, Aksara Selingkuh Ubud, dan Penyakit Kusta Memagut

leave a comment »

Menurut Yoshi, kalau kemarin malam toko buku Aksara di Kemang dibom, majalah Indonesia Tattler pasti akan mengeluarkan edisi duka cita. Kenapa? Soalnya hadirin yang datang (agaknya) orang-orang ‘yang megang Jakarta’ semua.

Lelaki beristri spammer CCF ini memang pintar. Kalimat singkat itu mencakup semua kesan yang saya dapat tadi malam di Aksara. Tentu saja, pendapat semacam ini ‘kena’ banget di otak cheap bastard marxist wannabee seperti saya.

Pulang kantor kemarin malam, saya buru-buru meluncur ke Kemang. Setelah beberapa bulan tak perlu berhadapan dengan kebiadaban macet jalan-jalan ke arah daerah ini, semalam saya menderita betul. Taksi yang saya tumpangi nyangkut hampir setengah jam di depan Pasaraya Blok M. Masuk ke Kemang pun harus merayap, karena jalan Kemang Raya yang bopeng-bopeng habis.

Saya tak langsung ke Aksara, tapi mampir dulu ke Casa. Ketemu dua dedengkot aksi Kudeta Sastra, Anya Rompas dan Mikael Johani. Malam itu mereka sudah melewati entah pitcher ke berapa, sedang kesenangan mencoba cocktail, sambil mematangkan rencana Kudeta Sastra yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Meminjam istilah dari Binhad Nurrohmat (di acara KebunKata beberapa bulan lalu), mereka benar-benar tampak seperti gembong Sastra Funky. Padahal saya yakin betul Binhad lebih funky dari kedua setan itu.

Baru saja pantat menyentuh kursi, Mikael sudah menyodorkan mp3 record player ke moncong saya. Tanya ini-itu (tentu dalam bahasa Inggris, kan kami penyair gaul super mestizo!).

Setelah bosan, baru kita turun ke bawah. Buset. Ramai betul. Saya sampai tak tahu apa yang dibicarakan oleh Laksmi (dan lain-lain) dalam acara peluncuran tadi malam. Capek melihat acara yang entah tentang apa, kami pun ganti posisi ke dekat meja makan. Saya dapat masakan India. Lumayan kenyang.

Saat keliling-keliling cuci mata dan cari makanan, tiba-tiba ketemu Wendy Stoep, teman SMA yang sudah tak ketemu hampir 10 tahun. Malam itu dia bertugas jadi security acara. Bulan Juni atau Juli depan dia akan menikah, dan janji akan mengundang saya. Stoep dulu salah satu jagoan di SMA saya. Tapi dia anaknya baik banget lho. Nggak banyak ngomong, tapi pembela teman.

Bosan melihat keramaian Aksara yang seperti dipindah dari Ubud itu (menurut Mikael, serasa di Casa Luna atau Indus – sampai bule-bulenya pun orangnya itu-itu juga! hahahaha), kami pun pindah.

Sampai di Tabac, masih cukup sepi, lagu-lagu masih enak, crowd masih ok. Makin malam lagu makin tak jelas, crowd makin aneh, waiter makin tak ramah. Males. Jam 12 kami pun cabut.

Sudah ngantuk, tapi males pulang. Tahu kan rasanya? Suami-istri spammer garing pulang, kami bertiga terus ke Starbucks Thamrin. Ngobrol satu jam, tiba-tiba manajemen Starbucks dengan baik hati memutuskan menghibur tamunya dengan renovasi ruangan. Suara bor dan lain-lain yang bikin budek akhirnya mengusir kami pindah ke sebelah.

Di Burger King tak lama. Saya sudah ngantuk dan kebelet pup. Tapi di tongkrongan terakhir ini saya dapat ide untuk buat komunitas baru. Namanya P.E.N.Y.A.K.I.T. K.U.S.T.A.

Itu singkatan keren dari PENYAIR KECANDUAN INTERNET, KUDETA SASTRA SUKA-SUKA.

Mau bergabung? Download Flock dulu lah. Nanti kita ngobrol lagi. Sekarang saya mau kerja dulu.

Foto-foto bisa dilihat di sini.

 

 

Written by Waraney Rawung

March 27, 2008 at 4:06 AM

Waktu Kosong & Aksi Bengong

leave a comment »

Kantor saya mati lampu lagi. Tadi, sekitar jam 11. Saat ‘byar pet’ momen terjadi, teriakan marah dan kecewa para media trackers dan editors yang lupa men-save dokumen mereka, langsung memenuhi udara.

Mati lampu lagi. Ini yang kesekian kalinya bulan ini.

Beberapa teman langsung meninggalkan kantor dan pergi makan siang. Mungkin lega karena ada waktu istirahat ekstra. Ada juga yang sibuk menelpon PLN dan entah kantor apa lagi, mencoba minta konfirmasi, paling tidak usaha supaya listrik nyala lagi.

Kesal juga. Ada banyak kerjaan yang dipatok deadline. Pasti molor jadinya. Lalu bingung mau ngapain. Akhirnya nelpon beberapa teman dan satu-dua wartawan. Semangat kerja yang masih menggebu-gebu, agak sulit padam, dan ujung-ujungnya saya jadi gelisah nggak tahu mau ngapain.

Keinginan harus selalu ngapain ini mulai terasa mengganggu. Apalagi sejak saya beli Communicator tipe jaman dulu itu. Ada waktu kosong / momen bengong sedikit, pasti buka-buka file, nulis-nulis nggak penting ini-itu.

Pulang dari kantor, kalau nggak pacaran, pergi makan, pasti jalan sama teman. Hampir tak ada waktu kosong. Sampai di rumah pasti sudah malam sekali. Itu pun tak langsung tidur. Harus denger lagu dulu (malam-malam enaknya dengerin Jack Johnson atau Feist) atau nonton DVD. Akhir-akhir ini lagi kecanduan (lagi) West Wing. Sekarang sudah sampai season 4.

Hampir tak ada waktu kosong untuk bengong. Padahal,  menurut blogger favorit saya ini, waktu bengong itu penting. Menurut dia, kecanggihan teknologi dan akses terhadap informasi yang sudah kita nikmati selama satu dekade terakhir ini ternyata tidak membuat kita makin produktif. Makin sibuk tidak berarti makin produktif. Blogger favorit saya yang satu lagi ini juga bicara tentang hal yang sama.

Huh. Padahal saya sedang semangat-semangatnya mau kredit MacBook (atau Asus Eee PC?) biar makin produktif (dan atraktif..hehehe).

Rupanya waktu kosong dan aksi bengong itu penting juga.

It’s time to defragment myself.

 

 

Written by Waraney Rawung

March 26, 2008 at 7:43 AM

Posted in hari ini

Bapa Kami Yang di Surga

leave a comment »

Saya percaya Tuhan. Saya percaya hal-hal utama dalam agama Kristen yang saya anut, seperti Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Tapi hanya berhenti sampai di situ. I was never a religious person anyway.

Sejak saya kecil, ada banyak sekali pertanyaan tentang agama, terutama tentang konsep kematian, surga dan neraka yang sering mengganggu pikiran. Kalau sudah mulai terpikir hal-hal semacam itu, pasti sulit tidur. Melek sampai jam 3 pagi.

Ayah saya adalah orang yang sangat terbuka. Hampir-hampir sangat liberal. Dia selalu menekankan kepada anak-anaknya untuk tidak pernah berhenti mempertanyakan segala sesuatu yang kita pelajari. Bahkan sampai ke soal-soal agama.

Ajaran yang melekat dalam diri saya sampai sekarang.

Saya percaya Tuhan. Tapi saya sangat jarang ke gereja. Tahun lalu, jarang sekali saya menginjakkan kaki di Rumah Tuhan itu. Tahun ini baru sekali, dan itu pun pada saat Jumat Agung kemarin. Hari Paskah saya lalui di rumah tanpa melakukan hal-hal istimewa. Saya bahkan lupa mengucapkan Selamat Paskah pada keluarga saya.

Pagi ini sebelum berangkat ke kantor, saya mampir ke rumah kakak laki-laki saya (kami tinggal di kompleks Perumnas yang sama). Sejak tadi malam ibu saya datang menginap di sana, dan baru akan kembali ke rumahnya di Cinere minggu depan.

Sesampainya di sana, semua sedang makan pagi. Kakak saya dan dua anaknya yang masih kelas satu dan dua SD, serta ibu saya. Saya pun kebagian sepiring nasi, tiga potong sosis goreng, dan kerupuk. Lumayan, di kantor tak perlu beli bubur ayam lagi.

Kami pun ngobrol-ngobrol ringan. Sesuatu yang sangat jarang bisa kami lakukan sejak sepuluh tahun terakhir ini, sejak kami semua tinggal terpisah. Ibu mengontrak rumah di Cinere (sebelumnya di Bintaro), sedangkan kami anak-anak tetap di Tanah Abang, walaupun di flat Perumnas yang berbeda.

Saat saya pamitan berangkat ke kantor, kakak saya memberikan sebuah gambar kecil Yesus. Yesus yang sedang berdoa di Taman Getsemani.

Kakak saya, walaupun dalam banyak hal lebih bajingan dan hidupnya hampir tak pernah lurus, anehnya selalu lebih religius dari saya. Dan pagi ini ia memberikan gambar Yesus.

Sekarang gambar itu saya taruh di atas keyboard, sedikit bersandar di monitor.

Bapa kami yang di surga. Bantulah agar saya dapat lebih fokus bekerja.

 

 

Technorati Tags: ,,

Written by Waraney Rawung

March 25, 2008 at 2:02 AM

Posted in agama, hari ini, keluarga

BungaMatahari & Sastra Suka-Suka: Tuhkan Ada Hal-Hal Yang Belum Selesai!

leave a comment »

Menyambut jeritan perang dan erangan erotis jiwa-jiwa penasaran yang gentayangan sepulang dari diskusi ‘Menilik Sastra Maya’ di Teater Utan Kayu tanggal 12 Maret 2008 lalu, Komunitas BungaMatahari akan mengadakan acara BengkelKata bertema “Sastra Suka-Suka: Tuhkan Ada Hal-Hal Yang Belum Selesai!”

Internet dan segala teknologi yang menyertainya adalah lahan yang super nikmat untuk menggali ide, menciptakan karya, memanipulasi imaji, dan memperluas diri. Oleh karena itu, dalam acara ini diharapkan hantu-hantu yang hadir bisa berbagi jurus bersenang-senang di dunia maya dan menyebar ilmu tentang arena bermain terbaru (Ning? Flock?) dan kuburan yang harus dihindari (Friendster?).

Sesuai dengan kredo ‘Semua Bisa Berpuisi’ yang erat digenggam oleh penggagas dan moderator BungaMatahari, ucapan cukimai dan ngentot pun bisa jadi elemen puisi yang merdu di telinga lezat di lidah dan indah di kornea mata. Di acara ini para hadirin juga bisa ngobrol suka-suka tentang sastra, sesuai dengan definisi masing-masing, dan kalau bosan bisa dansa poco-poco, jumpalitan menggoda waitress, atau duduk diam merenggut di pojok berlagak sastrawan. Sah-sah saja. Selama tidak ngutang dan menyusahkan penyelenggara acara.

Waktu dan tempat sedang dipertimbangkan. Maklum, BungaMatahari berulang tahun di bulan April, dan salah satu acara suka-suka yang direncanakan adalah jalan-jalan ke Yogyakarta bertemu teman-teman maya. Jadi, apabila kesibukan metropolis dan hedonis tak menunda, “Sastra Suka-Suka” akan diadakan di minggu pertama atau kedua April, 2008, di kafe yang punya fasilitas wi-fi dan menyediakan kopi yang sedap, di selatan atau pusat Jakarta.

Siapkan saja laptop, desktop, doorstop, PDA, mesin tik, mesin jahit, kalkulator, sipoa, golok pembunuh naga, pedang langit, dan semua gadget milik Anda. Barangkali berguna nanti di acara ini. Yang belum punya, masih ada waktu beberapa minggu untuk pinjam, beli , atau kredit dulu.

Siapa yang akan jadi pembicara? Semua yang merasa punya suara!

Karena bersastra di dunia maya adalah soal kebebasan.

Karena semua orang bisa, dan bebas, berpuisi!

Merdeka!

Written by Waraney Rawung

March 19, 2008 at 9:34 AM

Posted in hari ini

Tagged with , ,

Saat Semua Orang Jadi Turis

leave a comment »

Beberapa teman sudah mulai bersiap-siap menghabiskan akhir minggu kelewat panjang bulan ini (tanggal 7-9 dan 20-23). Bali agaknya jadi tempat pilihan utama. Tak terlalu jauh, relatif murah, dengan kenikmatan berlibur maksimal.

Memikirkan liburan di Bali memang tindakan yang kurang baik saat sedang dikejar-kejar deadline. Rasa malas dan ingin memberontak hanya sebagian dari campur aduk pikiran yang timbul, terutama saat membayangkan sore-sore begini enaknya duduk-duduk di salah satu kafe yang berjejer di Monkey Forest Road, Ubud.

Terakhir saya ke Bali, ya waktu jadi relawan acara Ubud Writers and Readers Festival tahun lalu. Tahun ini rencananya datang lagi, walaupun kapok jadi relawan dan hanya ingin jadi peserta saja.

Sambil mupeng mikirin Bali, iseng-iseng blogwalking. Lalu baca blog teman yang tinggal di Bali. Dia belum lama pindah ke sana, dan itu pun karena tuntutan pekerjaan.

Dia sering kesal karena walaupun bukan turis, tapi sering disangka turis dan selalu dipanggil-panggil oleh mas-mas yang menyewakan motor. Siapa pun yang pernah ke Bali pasti pernah mengalami hal ini. Tak mengganggu, hanya kadang-kadang mengherankan. Semua orang dipukul rata jadi turis. Tak peduli muka sama Melayu kulit sama gelap, kalau bukan Malaysia pasti Taiwan atau Thailand.

Seperti yang beberapa kali terjadi pada saya. Lagi enak-enak jalan di pantai Seminyak, tiba-tiba disapa oleh seorang bapak dengan bahasa Cina. Saat melihat saya cuma bisa bengong tanpa menjawab, sapaan berubah jadi logat Melayu. Bingung menjawab, saya hanya cengengesan dan berlalu.

Rupanya di sini semua orang memang dianggap turis. Tak heran liburan di sini menyenangkan.

Belakangan terpikir juga, dengan sedemikian banyak kompetitor, berapa penghasilan para pemilik penyewaan motor itu ya? Sedemikian banyaknya penjual ini-itu, pemilik usaha ini-itu. Di musim-musim sepi turis, apa mereka lalu alih usaha?

Capek ngobrol soal ‘motorcycle’, saya dan teman tadi akhirnya berbalas puisi. Lumayan untuk menghilangkan suntuk.

Kembali ke proposal, Ney!

Technorati Tags: ,

Written by Waraney Rawung

March 5, 2008 at 9:07 AM

Posted in hari ini

Tagged with