Posts Tagged ‘Bali’
IrisPUSTAKA: Peluncuran buku Gratiagusti Chananya Rompas & Mikael Johani
irisPUSTAKA mengundang semua pecinta puisi untuk meramaikan acara peluncuran buku ‘Kota Ini Kembang Api’ karya Gratiagusti Chananya Rompas, dan ‘We Are Nowhere and It’s Wow’ karya Mikael Johani, yang akan diadakan di:
Tempat : Gaya Fusion, Jl. Raya Sayan, Ubud, Bali
Hari : Jumat, 17 Oktober, 2008
Jam : 18.00 – 19.00 WITA
Peluncuran kedua buku ini akan diisi dengan pemutaran video puisi, pembacaan puisi oleh para penulis, dan sesi baca puisi spontan bagi hadirin.
Acara ini adalah bagian dari rangkaian Ubud Writers & Readers Festival, 14-19 Oktober, 2008.
Informasi terbaru, lebih lengkap dan mendalam tentang perjalanan kedua penulis dan buku mereka, mulai dari sesi lay out, cetak, sampai acara peluncuran, dapat dibaca di:
http://kotainikembangapi.wordpress.com/
http://wearenowhereanditswow.wordpress.com/
Anya bisa diajak kenalan dan ngobrol di:
http://gratiagustichananya.wordpress.com/
http://violet.multiply.com/
http://profile.to/violet
http://friendfeed.com/violeteye
http://gcrompas.stumbleupon.com/
Mikael bisa diajak diskusi dan ketawa-ketawa di:
http://thetruthaboutjakarta.multiply.com/
http://twitter.com/oomslokop
http://oomslokop.stumbleupon.com
Pesan bukunya dari jauh-jauh hari agar tak kehabisan! Klik saja:
http://irispustaka.wordpress.com/shop/
Untuk informasi lebih lengkap, gosip terbaru dan jumpa fans kecil-kecilan, hubungi:
Waraney Herald Rawung
0816 116 3015
irisindonesia@gmail.com
http://irispustaka.wordpress.com/
http://blackuniverse.multiply.com/
Ubud Writers & Readers Festival, serta lokasi acara dapat dilihat di: http://www.ubudwritersfestival.com/
Saat Semua Orang Jadi Turis
Beberapa teman sudah mulai bersiap-siap menghabiskan akhir minggu kelewat panjang bulan ini (tanggal 7-9 dan 20-23). Bali agaknya jadi tempat pilihan utama. Tak terlalu jauh, relatif murah, dengan kenikmatan berlibur maksimal.
Memikirkan liburan di Bali memang tindakan yang kurang baik saat sedang dikejar-kejar deadline. Rasa malas dan ingin memberontak hanya sebagian dari campur aduk pikiran yang timbul, terutama saat membayangkan sore-sore begini enaknya duduk-duduk di salah satu kafe yang berjejer di Monkey Forest Road, Ubud.
Terakhir saya ke Bali, ya waktu jadi relawan acara Ubud Writers and Readers Festival tahun lalu. Tahun ini rencananya datang lagi, walaupun kapok jadi relawan dan hanya ingin jadi peserta saja.
Sambil mupeng mikirin Bali, iseng-iseng blogwalking. Lalu baca blog teman yang tinggal di Bali. Dia belum lama pindah ke sana, dan itu pun karena tuntutan pekerjaan.
Dia sering kesal karena walaupun bukan turis, tapi sering disangka turis dan selalu dipanggil-panggil oleh mas-mas yang menyewakan motor. Siapa pun yang pernah ke Bali pasti pernah mengalami hal ini. Tak mengganggu, hanya kadang-kadang mengherankan. Semua orang dipukul rata jadi turis. Tak peduli muka sama Melayu kulit sama gelap, kalau bukan Malaysia pasti Taiwan atau Thailand.
Seperti yang beberapa kali terjadi pada saya. Lagi enak-enak jalan di pantai Seminyak, tiba-tiba disapa oleh seorang bapak dengan bahasa Cina. Saat melihat saya cuma bisa bengong tanpa menjawab, sapaan berubah jadi logat Melayu. Bingung menjawab, saya hanya cengengesan dan berlalu.
Rupanya di sini semua orang memang dianggap turis. Tak heran liburan di sini menyenangkan.
Belakangan terpikir juga, dengan sedemikian banyak kompetitor, berapa penghasilan para pemilik penyewaan motor itu ya? Sedemikian banyaknya penjual ini-itu, pemilik usaha ini-itu. Di musim-musim sepi turis, apa mereka lalu alih usaha?
Capek ngobrol soal ‘motorcycle’, saya dan teman tadi akhirnya berbalas puisi. Lumayan untuk menghilangkan suntuk.
Kembali ke proposal, Ney!







