<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>duniahitam &#187; bungamatahari</title>
	<atom:link href="http://duniahitam.wordpress.com/category/bungamatahari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniahitam.wordpress.com</link>
	<description>tentang hidup yang terkekang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 02:05:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='duniahitam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/fb846ca6bf48c3dfacad4391d26a090d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>duniahitam &#187; bungamatahari</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniahitam.wordpress.com/osd.xml" title="duniahitam" />
		<item>
		<title>Marshanda, Markentong, dan Marji&#8217;ah</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2009/08/13/marshanda-markentong-dan-marjiah/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2009/08/13/marshanda-markentong-dan-marjiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 09:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[kebun raya bogor]]></category>
		<category><![CDATA[kebunkata]]></category>
		<category><![CDATA[marshanda]]></category>
		<category><![CDATA[ok video]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[twitter search]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[viral effect]]></category>
		<category><![CDATA[yoshi febrianto]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Marshanda sedang jadi topik pembicaraan seru di Twitter (dan social media sites lainnya) beberapa hari ini, walaupun belum sampai jadi trending topics. Aktris dan penyanyi muda ini bikin heboh gara-gara video di YouTube, dimana ia menyanyi, lompat-lompat, menari-nari, dan ketawa-ketawa sendiri sambil meledek beberapa teman sekolahnya dulu.

Sekarang video itu sudah tak ada lagi di account [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=201&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Marshanda sedang jadi topik pembicaraan seru di Twitter (dan <em>social media sites</em> lainnya) beberapa hari ini, walaupun belum sampai jadi <em>trending topics</em>. Aktris dan penyanyi muda ini bikin heboh gara-gara video di YouTube, dimana ia menyanyi, lompat-lompat, menari-nari, dan ketawa-ketawa sendiri sambil meledek beberapa teman sekolahnya dulu.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-207" title="Picture 5" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/08/picture-5.png?w=700&#038;h=406" alt="Picture 5" width="700" height="406" /></p>
<p>Sekarang video itu sudah tak ada lagi di <a href="http://www.youtube.com/user/marshandaofficial"><em>account</em> Marshanda</a>. Namun kita masih bisa menonton <em>copy</em>-nya <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/08/12/marshanda-di-youtube/#comment-169650">di sini <em>(UPDATE: maaf temans, linknya saya hapus. Setuju sama Pitra. Kasihan sama pemiliknya. </em><em>Kalau mau cari, Google aje!</em>).</a> Namanya juga dunia <em>online</em>, sekali masuk susah keluar (seperti cerita seram jaman dulu, tentang pasangan yang bercinta di kuburan&#8230;hehehe, ngelantur!).</p>
<p>Komentar-komentar yang berhamburan di halaman <em>account</em> YouTube Marshanda dan <em>account</em> si pelaku <em>reposting</em>, serta di Twitter <a href="http://search.twitter.com/search?q=marshanda"><em>search</em></a>, umumnya kejam-kejam. Ia dituduh mabok, stress, kesurupan, sampai cari sensasi. Seorang teman bahkan sempat menyangka bahwa video tersebut adalah bagian dari strategi <em>viral marketing</em> untuk mempromosikan sinetron terbaru aktris ini.</p>
<p><a href="http://search.twitter.com/search?q=marshanda"><img class="aligncenter size-full wp-image-206" title="Marshanda di Twitter search" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/08/picture-45.png?w=700&#038;h=491" alt="Marshanda di Twitter search" width="700" height="491" /></a></p>
<p>Saya sendiri menganggap video tersebut lucu-lucu aja. Memang orangnya juga lucu. Hehehe. <em>But really, she&#8217;s just acting like a teenager</em>. Bukannya mau pukul rata bahwa remaja pada umumnya memang <em>clueless</em> begitu, tapi kalau dipikir-pikir, kehebohan ini muncul hanya karena pelakunya punya status selebriti. Coba yang bikin video macam itu teman kita atau <em>a nobody</em> seperti saya. Paling-paling yang nonton cekikikan sebentar, lalu <em>share</em> di Twitter dan Facebook supaya bisa ketawa rame-rame.</p>
<p>Selain video yang bikin heboh itu, ada video-video lain yang agaknya di-<em>upload</em> Marshanda selama kurun waktu yang kurang lebih sama (satu minggu). Semuanya menampilkan dirinya sedang menyanyi dan bergaya macam-macam. Ada yang solo, ada juga yang trio dengan beberapa teman. Bukan sesuatu yang luar biasa juga, dan sama sekali bukan sesuatu yang pantas mendapatkan komentar negatif dan caci maki. Semua video ini sudah dihapus, dan yang tertinggal hanya tiga video &#8217;standar.&#8217;</p>
<p>Buat saya, tak ada yang salah dengan kelakuan Marshanda joget-joget dan nyanyi-nyanyi fals di depan umum. Yang jadi masalah cuma statusnya sebagai selebriti. Tapi mungkin tak ada salahnya dia pikir-pikir dulu sebelum posting. Karena seperti yang dibilang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/08/12/marshanda-di-youtube/">Pitra</a>, bisa-bisa dia dituntut oleh teman-temannya yang diledek di video itu.</p>
<p>Lain kali Marshanda harus konsultasi dulu ke teman saya, <a href="http://yoshife.wordpress.com/">Yoshi Febrianto</a>, yang jago bikin video lucu. Belum lama ini seri video &#8220;Tulisanmu Puisiku&#8221; buatannya (yang katanya sudah diedit) menjadi salah satu video yang ditampilkan di festival <a href="http://okvideofestival.org/okvideo/">OK Video &#8220;Comedy&#8221;</a>. Kalau tak salah, seri video ini aslinya dibuat dadakan (dengan <a href="http://twitter.com/onengan">sang istri</a> sebagai pemanggul kamera) saat kesal menunggu anak-anak <a href="http://bungamatahari.org/">BungaMatahari</a> yang datang ngaret ke Kebun Raya Bogor untuk acara <a href="http://duniahitam.wordpress.com/2008/08/26/bungamatahari-kebunkata-kebunraya-bogor-30-agustus-2008/">KebunKata &#8220;KebunRaya.&#8221;</a></p>
<p>Marshanda (dan saya juga!) bisa belajar banyak dari Yoshi soal kreativitas.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://duniahitam.wordpress.com/2009/08/13/marshanda-markentong-dan-marjiah/"><img src="http://img.youtube.com/vi/kEtS8dxjZ18/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Sekarang coba lihat video <a href="http://www.youtube.com/watch?v=scsHePGdtUY&amp;feature=related">&#8220;Response to Marshanda Nangis 3: Markentong dan Marji&#8217;ah Nangis&#8221;</a>. Saya dan beberapa teman terpingkal-pingkal saat menontonnya. Waktu saya pertama menontonnya, hanya ada ratusan <em>views</em>, dan sekarang sudah mencapai lebih dari 4000 <em>views</em>. Efek <em>word of mouth</em> di dunia <em>online</em> memang mantap!</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://duniahitam.wordpress.com/2009/08/13/marshanda-markentong-dan-marjiah/"><img src="http://img.youtube.com/vi/scsHePGdtUY/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><em>Viral effect</em> macam ini habis-habisan diidamkan <em>online marketers</em> dan <em>public relations consultants</em>. Banyak yang mengejarnya, hanya sedikit yang berhasil mencapainya. Resepnya memang susah-susah gampang. Buat <em>content</em> yang sederhana tapi menarik, yang bisa membuat orang nonton berkali-kali dan mendorong kita menyebarkan <em>link</em>-nya kemana-mana. <em>As simple as that, but easier said than done.</em></p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=scsHePGdtUY&amp;feature=related"><img class="aligncenter size-full wp-image-208" title="Response to Marshanda Nangis 3: Markentong dan Marji'ah Nangis" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/08/picture-42.png?w=657&#038;h=474" alt="Response to Marshanda Nangis 3: Markentong dan Marji'ah Nangis" width="657" height="474" /></a></p>
<p>Baca juga:</p>
<p><a href="http://ndorokakung.com/2009/08/12/marshanda-pecas-ndahe/"><em>Marshanda Pecas Ndahe</em> &#8211; Ndoro Kakung</a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/08/12/marshanda-di-youtube/"><em>Marshanda di YouTube?</em> &#8211; Media Ide</a></p>
<p><a href="http://theunspunblog.com/2009/08/12/would-you-date-this-marshanda-girl/"><em>Would you date this Marshanda girl?</em> &#8211; unspun</a></p>
<p><a href="http://littleinsomniaclolita.blogspot.com/2009/08/good-girls-go-bad.html"><em>Good Girls Go Bad</em> &#8211; Insomniac Lolita</a></p>
Posted in bungamatahari, social media, teman, Uncategorized Tagged: bungamatahari, kebun raya bogor, kebunkata, marshanda, ok video, social media, twitter, twitter search, video, viral effect, yoshi febrianto, youtube <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=201&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2009/08/13/marshanda-markentong-dan-marjiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/08/picture-5.png" medium="image">
			<media:title type="html">Picture 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/08/picture-45.png" medium="image">
			<media:title type="html">Marshanda di Twitter search</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/kEtS8dxjZ18/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/scsHePGdtUY/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/08/picture-42.png" medium="image">
			<media:title type="html">Response to Marshanda Nangis 3: Markentong dan Marji'ah Nangis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaemanis Rosemary Johani, Selamat Datang di Taman Bermain Kami</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2009/05/20/jaemanis-rosemary-johani-selamat-datang-di-taman-bermain-kami/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2009/05/20/jaemanis-rosemary-johani-selamat-datang-di-taman-bermain-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 15:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[irispustaka]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[anya rompas]]></category>
		<category><![CDATA[jaemanis rosemary johani]]></category>
		<category><![CDATA[mikael johani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[



Jaemanis Rosemary Johani
Selamat datang di dunia yang semakin mengecil ini
Kami tak sempat buatkan kartu ucapan
Beli di mall, nanti terkesan pasaran
Lebih baik kamu pandangi saja jejak-jejak digital oom, tante, papa, dan mama

Moga-moga saat kau sudah cukup besar untuk berselancar di dunia maya
Taman bermain kami (yang tak henti menolak tua),
Bukan lemari tua bersarang laba-laba di matamu.

Posted in [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=178&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://www.plurk.com/p/uwa2w"><img class="aligncenter size-full wp-image-177" title="Mike's Plurk page for Jaemanis" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/05/picture-6.png?w=543&#038;h=458" alt="Mike's Plurk page for Jaemanis" width="543" height="458" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://twitter.com/#search?q=%23jaemanis"><img class="aligncenter size-full wp-image-179" title="Twitter search untuk #jaemanis" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/05/picture-7.png?w=560&#038;h=421" alt="Twitter search untuk #jaemanis" width="560" height="421" /></a></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;">Jaemanis Rosemary Johani</p>
<p style="text-align:center;">Selamat datang di dunia yang semakin mengecil ini</p>
<p style="text-align:center;">Kami tak sempat buatkan kartu ucapan</p>
<p style="text-align:center;">Beli di <em>mall</em>, nanti terkesan pasaran</p>
<p style="text-align:center;">Lebih baik kamu pandangi saja jejak-jejak <em>digital</em> oom, tante, papa, dan mama</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Moga-moga saat kau sudah cukup besar untuk berselancar di dunia maya</p>
<p style="text-align:center;">Taman bermain kami (yang tak henti menolak tua),</p>
<p style="text-align:center;">Bukan lemari tua bersarang laba-laba di matamu.</p>
<p style="text-align:left;">
Posted in bungamatahari, hari ini, irispustaka, teman Tagged: anya rompas, jaemanis rosemary johani, mikael johani <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=178&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2009/05/20/jaemanis-rosemary-johani-selamat-datang-di-taman-bermain-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/05/picture-6.png" medium="image">
			<media:title type="html">Mike's Plurk page for Jaemanis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/05/picture-7.png" medium="image">
			<media:title type="html">Twitter search untuk #jaemanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BungaMatahari &amp; CCF Jakarta: Lomba Puisi &#8220;Mari tertawa / En Rire(s)&#8221; Bulan Puisi / Printemps des poètes 2009</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2009/02/05/bungamatahari-ccf-jakarta-lomba-puisi-mari-tertawa-en-rires-bulan-puisi-printemps-des-poetes-2009/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2009/02/05/bungamatahari-ccf-jakarta-lomba-puisi-mari-tertawa-en-rires-bulan-puisi-printemps-des-poetes-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 07:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[acara]]></category>
		<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[ccf jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[astri onengan]]></category>
		<category><![CDATA[mikael johani]]></category>
		<category><![CDATA[yoshi febrianto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Rayakan bulan puisi dengan tawa dan pantomim !
saat kita main petak umpet
di taman bunga bermekaran
kota yang tak pernah ramah
tiba-tiba tersenyum cerah
sebelum hahaha hihihi hilang
dari buku catatan alam
ayo berdansa ceria
di dunia margasatwa!
mari tertawa,
sekerasnya!
lompat,
setinggi-tingginya!
berpuisi,
sepuasnya!
karena kita percaya,
semua bisa berpuisi
semua bisa berpantomim
ayo,
rayakan bulan puisi!
Syarat peserta :
o Usia 8 &#8211; 12 tahun (Murid SD kelas 2 &#8211; 6)
o Bersedia tampil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=134&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:large;"><span style="font-weight:bold;">Rayakan bulan puisi dengan tawa dan pantomim !</span></span></p>
<p>saat kita main petak umpet<br />
di taman bunga bermekaran<br />
kota yang tak pernah ramah<br />
tiba-tiba tersenyum cerah</p>
<p>sebelum hahaha hihihi hilang<br />
dari buku catatan alam<br />
ayo berdansa ceria<br />
di dunia margasatwa!</p>
<p>mari tertawa,<br />
sekerasnya!<br />
lompat,<br />
setinggi-tingginya!<br />
berpuisi,<br />
sepuasnya!</p>
<p>karena kita percaya,<br />
semua bisa berpuisi<br />
semua bisa berpantomim<br />
ayo,<br />
rayakan bulan puisi!</p>
<p><span style="font-style:italic;">Syarat peserta :</span><br />
o Usia 8 &#8211; 12 tahun (Murid SD kelas 2 &#8211; 6)<br />
o Bersedia tampil bersama Le Mime Bizot pada acara PDP 2009 di Taman Menteng pada hari<br />
Sabtu, 14 Maret 2009 pk.19.00 jika puisinya terpilih<br />
o Bersedia hadir dalam latihan bersama Le Mime Bizot pada minggu pertama bulan Maret 2009</p>
<p><span style="font-style:italic;">Cara pengiriman :</span><br />
o Puisi ditulis di atas 1 halaman A4 dengan font Times New Roman ukuran 12, spasi ganda, dalam bahasa Indonesia atau bahasa Prancis<br />
o Kirim data diri pengirim : nama pengirim / usia / nama sekolah / nama orang tua / alamat &amp; no telp rumah / no hp orang tua / email orang tua<br />
o Paling lambat diterima olah panitia pada hari Sabtu,21 Februari 2009<br />
o Dikirimkan via email : info@ccfjakarta.or.id dan bungamatahari-owner@yahoogroups.com<br />
fax : 390 85 86 dengan judul [PDP 2009]<br />
pos : PDP 2009 &#8211; CCF Jakarta Jl. Salemba Raya No.25 Jakarta 10440 dengan judul [PDP 2009]</p>
<p><span style="font-style:italic;">Informasi lebih lanjut :</span><br />
o CCF Jakarta : Tel 390 85 85 / 390 85 80 / info@ccfjakarta.or.id / http://www.ccfjakarta.or.id/id<br />
o BungaMatahari :<br />
• <a href="http://thetruthaboutjakarta.multiply.com/">Mikael Johani</a> (Tel 0856 755 2747/ mikaeljohani@yahoo.com )<br />
• <a href="http://blackuniverse.multiply.com/">Waraney Rawung</a> (Tel 0816 116 3015 / neyspeaking@yahoo.com )<br />
• http://bungamatahari.multiply.com</p>
<p>CCF Jakarta akan merayakan edisi ke-11 dari Printemps des poètes / Bulan Puisi, yang bertema &#8220;En Rire(s) / Mari tertawa&#8221; pada 2-15 Maret 2009. Le Printemps des Poètes atau Bulan Puisi pertama kali diadakan tahun 1999 untuk merayakan puisi dalam segala bentuknya. Acara ini mempertemukan jutaan penyair dan pembaca dari seluruh dunia yang bersatu dalam keindahan kata-kata. Baik kata-kata yang dibaca, dinyanyikan, ditulis atau dideklamasikan. Tahun ini, semua teks Bulan Puisi di seluruh dunia akan menggunakan satu tema, yaitu « En Rires/ Mari Tertawa ».</p>
<p>CCF Jakarta bekerja sama dengan BungaMatahari untuk memperkenalkan puisi kepada anak-anak dengan cara yang berbeda dan menyenangkan. Untuk itu, CCF Jakarta mengundang semua anak-anak usia 8 sampai 12 tahun untuk mengirimkan puisi-puisi mereka yang bertema « Mari tertawa » dalam bahasa Indonesia atau bahasa Prancis. Puisi para pemenang akan ditampilkan dalam bentuk pantomim oleh Le Mime Bizot, dalam acara « Pertunjukan Pantomisasi Puisi », pada Sabtu 14 Maret 2009 di Taman Menteng, Jakarta Pusat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">BungaMatahari</span><br />
BungaMatahari (BuMa) adalah komunitas bagi siapa saja yang mencintai puisi dan ingin berbagi dalam suasana bebas dan bersahabat. Dengan semangat &#8217;semua bisa berpuisi&#8217;, BuMa mempromosikan puisi kepada masyarakat luas sambil bereksperimen dengan cara-cara segar untuk menjelajahi dan menikmati puisi. Pertama muncul pada 19 April 2000, BuMa yang berbasis mailing list (milis) aktif mengadakan dan berpartisipasi dalam berbagai acara di ruang publik. Awal tahun 2006, BuMa menerbitkan Antologi BungaMatahari. Sejak tahun 2007, sebagai bagian dari perayaan Bulan Puisi, CCF Jakarta dan BuMa menyelenggarakan acara pembacaan puisi di ruang publik: « Banjir Puisi » di stasiun kereta api Gambir dan « Kejutan Puitis di Bioskop » di Blitz Megaplex Grand Indonesia.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Le Mime Bizot</span><br />
Philippe Bizot pertama kali jatuh cinta kepada pantomin ketika berusia delapan tahun. Tahun 2003 meraih penghargaan tertinggi di Puerto Montt World Theatre Festival di Chili Le Mime Bizot telah berkeliling dunia, dari Perancis sampai Pakistan dan Bolivia, untuk memperkenalkan pantomim dan tampil di hadapan jutaan orang dewasa dan anak-anak. Ia memberikan kursus pantomim kepada kaum tunadaksa dan para penderita infantile autism. Datang ke Jakarta di bulan November 2008, Januari &amp; Maret 2009 untuk memberikan pelatihan pantomim yang diadakan CCF Jakarta, untuk 600 peserta muda dan anak-anak di SLB Tunarungu Santi Rama, komunitas anak-anak jalanan Diakoneia Modern College (KDM), dan seniman-seniman profesional.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-style:italic;">Acara ini terselenggara berkat dukungan dari :</span><br />
Pemda DKI Jakarta<br />
Dinas Kebudayaan &amp; Pariwisata<br />
Dinas Pertamanan<br />
Walikota Jakarta Pusat<br />
94.3 FM Jkt Women Radio<img class="size-full wp-image-135 aligncenter" title="flyer-printemps-des-poetes" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/02/flyer-printemps-des-poetes.jpg?w=490&#038;h=1098" alt="flyer-printemps-des-poetes" width="490" height="1098" /></p>
Posted in acara, bungamatahari, ccf jakarta Tagged: astri onengan, mikael johani, yoshi febrianto <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=134&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2009/02/05/bungamatahari-ccf-jakarta-lomba-puisi-mari-tertawa-en-rires-bulan-puisi-printemps-des-poetes-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2009/02/flyer-printemps-des-poetes.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">flyer-printemps-des-poetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BungaMatahari: KebunKata &#8216;Kota&#8217;</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2008/11/10/bungamatahari-kebunkata-kota/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2008/11/10/bungamatahari-kebunkata-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 17:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[kebunkata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[tak sepuluh menit dari mas dan mansyur
selepas kebon kacang raya yang simpang syur
ada nirwana di balik gerbang
nusantara yang tak kenal petang
penjaganya mungkin adik, kakak, atau bapakmu
relakan mereka mengintip lubang celanamu
(siapa tahu hati berdebu mesiu dan dinamit)
amit-amit.
di ruang tamu bhineka tunggal ika
penelope menanti dengan senyum abadinya
katakan, “dia menunggumu di pojok soho!”
sampai dia mengedipkan matanya, “mango!”
aku menunggumu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=100&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>tak sepuluh menit dari mas dan mansyur<br />
selepas kebon kacang raya yang simpang syur<br />
ada nirwana di balik gerbang<br />
nusantara yang tak kenal petang</p>
<p>penjaganya mungkin adik, kakak, atau bapakmu<br />
relakan mereka mengintip lubang celanamu<br />
(siapa tahu hati berdebu mesiu dan dinamit)<br />
amit-amit.</p>
<p>di ruang tamu bhineka tunggal ika<br />
penelope menanti dengan senyum abadinya<br />
katakan, “dia menunggumu di pojok soho!”<br />
sampai dia mengedipkan matanya, “mango!”</p>
<p>aku menunggumu di bawah kaki-kaki rel kereta<br />
tertidur dibuai rekaman suara roda-roda<br />
peluit masinis yang tak kunjung tiba<br />
udara menipis, cuaca mafia</p>
<p>lampu-lampu kuning meringis<br />
pohon yang tak pernah mati<br />
aku berkaca di buah ceri<br />
dipeluk zara.</p>
<p>Merayakan November yang basah bergairah, BungaMatahari mengundang teman-teman untuk meramaikan KebunKata ‘Kota’, hari Minggu, 16 November, pukul 14.00-18.00, di Café au Lait, Jalan Cikini Raya sekian sekian, Jakarta Pusat.</p>
<p>Hujan yang seksi dan aspal yang honey akan menemani kita dalam perjalanan menuju sesi pemujaan diri, yang dijamin akan membuat semua pecah, bagai cinta yang baru kenal ekstasi.</p>
<p>Kopi sinis dan teman-teman manis siap mengelus punggung yang lelah didera dongeng parlemen.</p>
<p>Gratis puisi dan orgasme hati.</p>
<p>Bayar sendiri-sendiri tapi berteman sampai mati.</p>
Posted in bungamatahari, sastra Tagged: bungamatahari, kebunkata <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=100&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2008/11/10/bungamatahari-kebunkata-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cerita dari ubud: kembang api di galeri yang tak sepi oh wow!</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2008/10/23/cerita-dari-ubud-kembang-api-di-galeri-yang-tak-sepi-oh-wow/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2008/10/23/cerita-dari-ubud-kembang-api-di-galeri-yang-tak-sepi-oh-wow/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 10:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[irispustaka]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[ubud writers & readers festival]]></category>
		<category><![CDATA[anya rompas]]></category>
		<category><![CDATA[mikael johani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[

Gaya Fusion ternyata lebih besar dari yang kami bayangkan. Selama ini kami hanya pernah melihat foto-foto tempat ini melalui website-nya, sebuah restoran romantis, intim, dan kecil, dengan cahaya remang-remang. Kami pikir tempat sekecil itu pasti hanya bisa memuat penonton dalam jumlah terbatas. Bagus, karena semakin sedikit yang datang, semakin mudah mengendalikan acara. Kami memang terbiasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=73&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_78" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120377_4059.jpg"><img class="size-full wp-image-78" title="mikael's books &amp; postcard invitations" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120377_4059.jpg?w=604&#038;h=453" alt="" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">mikael&#39;s books &amp; postcard invitations</p></div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><a href="http://www.gayafusion.com/fusion.php">Gaya Fusion</a> ternyata lebih besar dari yang kami bayangkan. Selama ini kami hanya pernah melihat foto-foto tempat ini melalui website-nya, sebuah restoran romantis, intim, dan kecil, dengan cahaya remang-remang. Kami pikir tempat sekecil itu pasti hanya bisa memuat penonton dalam jumlah terbatas. Bagus, karena semakin sedikit yang datang, semakin mudah mengendalikan acara. Kami memang terbiasa dengan acara-acara kecil yang akrab.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sore itu, Jumat, 17 Oktober 2008, saat berdiri di depan galeri yang luas, saya, <a href="http://thetruthaboutjakarta.multiply.com/">Mikael</a>, dan <a href="http://violet.multiply.com/">Anya</a> langsung panik. Rasanya tak mungkin mengisi ruangan ini dengan penonton, karena pada saat bersamaan ada beberapa acara menarik lainnya yang sedang berlangsung. Sebagian besar peserta <a href="http://www.ubudwritersfestival.com/">Ubud Writers &amp; Readers Festival</a> pasti sedang di penginapan, bersiap-siap meramaikan Poetry Slam di Restoran Bebek Bengil pukul 19:00 malam itu.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Walaupun terbiasa dengan kelompok yang kecil dan akrab, bukan berarti kami ingin tampil dalam ruang besar kosong melompong, bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Oleh karena itu, sejak tiba di Ubud hari Selasa, 14 Oktober lalu, saya sudah melakukan promosi habis-habisan. Antara lain dengan membagikan postcard undangan kepada para penulis, asing maupun lokal, yang menurut perkiraan saya akan tertarik datang. Saya juga minta bantuan teman-teman volunteer untuk sebanyak-banyaknya membagikan postcard itu kepada para peserta festival.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di dalam galeri yang serba putih dan bergema, beberapa jam sebelum acara, saya tak yakin kalau segala upaya itu akan membuahkan hasil. Tapi karena kami sudah terlanjur di sini, sekalian saja bersenang-senang dan jadikan acara ini seperti <a href="http://blackuniverse.multiply.com/photos/album/65/BungaMatahari_KebunKata_Rumah_Masa_Depan_27_Juli_2008._San_Diego_Hills_Karawang">KebunKata</a> <a href="http://bungamatahari.org/">BungaMatahari</a>!</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_86" class="wp-caption aligncenter" style="width: 246px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/kotainicoverdepan11.jpg"><img class="size-medium wp-image-86" title="Kota Ini Kembang Api" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/kotainicoverdepan11.jpg?w=236&#038;h=300" alt="" width="236" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Kota Ini Kembang Api</p></div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Siang itu, saya menemui Anya dan Mikael di rumah makan Ibu Oka yang terkenal dengan menu babi gulingnya. Mereka tiba dari Jakarta pagi hari dan baru beristirahat beberapa jam saja. Setelah mandi dan ganti baju di Donald Homestay, sekitar pukul 4 sore kami mencari mobil sewaan di Pasar Ubud. Karena waktunya sudah mepet, saya tak bisa terlalu ngotot menawar harga dan harus cukup puas dengan ongkos Rp70 ribu untuk sekali jalan ke Gaya Fusion.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam perjalanan, ongkos yang sebelumnya terasa mahal, jadi masuk akal saat kami menyadari betapa jauhnya Gaya Fusion dari pusat keramaian di Ubud. Saya mulai kuatir. Apa mungkin ada orang yang mau jauh-jauh datang ke sana?</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di Gaya Fusion, kami ternganga melihat sebuah galeri besar berlangit-langit tinggi dan dinding-dinding putih yang digantungi lukisan-lukisan kontemporer. Di tengah ruangan ada panggung kecil bertabur bunga kamboja, tepat di antara jendela kaca tinggi dan pojok untuk musisi. Sebuah proyektor <em>in-focus</em> putih siap dipakai di depan deretan kursi hitam yang tampak kecil dikepung suasana serba putih.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sambil berusaha menekan rasa panik dan stress, kami bersiap-siap. Mikael berkutat dengan MacBookPro dan proyektor <em>in-focus</em>, Anya menata buku-buku yang akan dijual, sedangkan saya memberikan pengarahan terakhir kepada Ayu, sang MC. Setelah itu kami masih harus direpotkan dengan film pendek yang akan diputar nanti.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jarum jam menunjukkan pukul 17:30, penonton mulai berdatangan. Kaget juga saya melihat banyak yang datang lebih awal. Debra Yatim dan putrinya Zulaikha, Olin Monteiro, Danny Yatim, serta rombongan orkes Al-Izhar dalam hitungan detik meramaikan ruangan yang tadinya sepi itu. Ada juga penyair Timor Leste Abe Soares, Pam Allen, John McGlynn, penulis Ayu Utami, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kursi-kursi mulai terisi, MC sudah bersiap membuka acara, tapi saya masih berkutat dengan laptop Mikael. Putus asa tak berhasil mengutak-atik power point, saya cari dia. Ternyata dia sedang ngobrol dengan orang tua Henry, temannya di Australia dulu. Saya hampiri dan setelah basa-basi sebentar langsung menyeret penyair mestizo itu untuk mengajari saya cara mengoperasikan laptopnya.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tepat pukul 18:00, acara dimulai. Ayu membacakan sambutan standar UWRF dalam bahasa Inggris, kemudian mengundang saya untuk memperkenalkan irisPUSTAKA. Ayu agak kepeleset lidah, menyebut saya ‘she’, bukannya ‘he’ dan mengundang tawa dari hadirin. Bukannya kesal, saya malah bersyukur, karena suasana sejak awal sudah santai.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_79" class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120408_6729.jpg"><img class="size-full wp-image-79" title="the publisher speaks, horribly." src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120408_6729.jpg?w=453&#038;h=604" alt="" width="453" height="604" /></a><p class="wp-caption-text">the publisher speaks, horribly.</p></div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saya tak bicara panjang-panjang. Hanya bercerita bahwa satu setengah tahun yang lalu Anya dan <a href="http://simplyfesti.multiply.com/">Festi</a> Noverini mengajak saya ikut dalam usaha penerbitan yang kemudian kami namakan<a href="http://irispustaka.wordpress.com/"> irisPUSTAKA</a>. Kami ingin membuka jalan bagi penulis muda yang punya potensi dan mengolah tema-tema tak biasa atau menggunakan ekspresi kreatif yang berbeda. Selesai perkenalan singkat itu, saya langsung mengajak hadirin untuk menyaksikan film pendek berjudul ‘puis-je.’</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Film ini menampilkan Anya, ‘not as herself,’ dan Mikael, juga ‘not as himself,’ membacakan puisi e e cummings melalui dialog dan akting amatir. Sekilas mereka terlihat seperti muda-mudi yang sedang beradu jurus cinta.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_80" class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120409_7004.jpg"><img class="size-full wp-image-80" title="the movie starts." src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120409_7004.jpg?w=453&#038;h=604" alt="" width="453" height="604" /></a><p class="wp-caption-text">the movie starts.</p></div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Karena film ini dibuat terburu-buru, suara yang dihasilkan kurang bagus, membuat sebagian hadirin mengernyitkan kening berusaha menangkap apa yang dikatakan kedua penyair tersebut di dalam film. Untung saja Mikael tanpa malu telah memasang terjemahan semena-mena yang cukup menghibur.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Film selesai diputar, Anya langsung membacakan puisi ‘The God of Small Things’ dan ‘PendarPendarCahayaMenyelinapRuangMata.’ Terjemahan kedua puisi ini ditampilkan dengan cantik melalui power point.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Film selesai diputar, Anya langsung membacakan puisi ‘The God of Small Things’ dan ‘PendarPendarCahayaMenyelinapRuangMata.’ Terjemahan kedua puisi ini ditampilkan dengan cantik melalui power point.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p>Setelah itu, giliran Mikael membacakan `Australia Fair&#8217;, `À la recherche du temps perdu (edition Scott Moncrieff et Kilmartin, vols. 1-7)&#8217;, dan `Hermès, get a move on&#8217;. Semua puisi itu diterjemahkan dari<br />
bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh holiday_sendiri. &#8216;Hermes, get a move on&#8217; aslinya berjudul &#8216;Aku titip tulisan&#8217; puisi Anggoro Gunawan dalam bahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan oleh Mikael ke dalam bahasa Inggris jadi &#8216;Hermes get a move on&#8217; yang kemudian diterjemahkan lagi ke bahasa Indonesia oleh holiday_sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><a href="http://schattensprache.blogspot.com/2008/05/god-of-small-things.html"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">The God of Small Things*</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;"> </span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sebuah Sore yang Sureal. ketika Sinar Matahari jatuh seperti selendang tembus pandang—mengingatkanku akan Lipstik dan Cat Kuku Fuchsia Ibuku. Es Krim Stroberi. Rok Tutu. dan Ciumanmu, tentunya. Ciuman mesra pada bibir dan pipiku. Basah tetapi Manis seperti Permen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">aku merindukanmu. rasanya seperti ada Balon Ulangtahun. membengkak perlahan di dalam dada. Sensasinya nyaris tak tergambarkan: seperti sebuah Harapan limbung—aku terbelah di antara Kesenangan karena si Balon hampir sempurna dan Kewaspadaan akan kemungkinan Balon itu pecah sebelum benar-benar mengembang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sebuah Perasaan yang Tidak Nyaman sebenarnya. seakan-akan dunia dan mekanisme alamnya dapat mendengar pikiranmu: berkonspirasi untuk menentukan apa yang akan terjadi padamu berikut. membuatmu tak berdaya seperti Bulu yang melayang-layang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">tapi Yang Paling Tak Tertahankan adalah mengetahui bahwa tak seorang pun, terlebih-lebih kamu, mengetahui semua Kekacauan yang terjadi di Benakku, semua Mantra Aku-Cinta-Kamu yang sambung-menyambung di dalam Kepala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">aku membayangkan apakah kamu pernah seperti ini. aku bahkan membayangkan apakah ada secuil Kemungkinan dirimu pernah memiliki Pemikiran yang Sama Terhadapku. ah, padahal aku tahu itu hanyalah Fantasi Kacangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">aku pun menyerah. kuhapus semua Angan. kuhapus kamu. kukunci dari Saraf-Saraf Otakku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">aku menyalakan tivi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Program Berita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">di luar, semesta menjadi gelap. dan menjadi Nyata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#ffcc66;">PendarPendarCahayaMenyelinapRuangMata</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">PendarPendarCahayaMenyelinapRuangMata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">MengantarCeritaLamaYangTakPernahUsang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">KotaIniKembangApi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">KembangnyaPecahDiPucukLangit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">SekejapSaja</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --><span style="font-style:italic;"> </span><!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">—BegituKatanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<div id="attachment_81" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_4987.jpg"><img class="size-medium wp-image-81" title="anya reads the god of small things." src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_4987.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">anya reads the god of small things.</p></div>
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="font-style:italic;">
<p class="MsoNormal">
<p><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --><!-- [endif] --></span></p>
<address> </address>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p><span style="font-style:italic;font-weight:bold;" lang="IN"><!-- [endif] --></span></p>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address>
</address>
<address>
</address>
<address>
</address>
<address><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#33ff33;">Australia fair</span></span></strong></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">The thought runs through my head of sawing your head in half: the bone will be ivory white and your blood grape red. You look down, open your mouth wide and ululate, up, to the purple sky. The pills of orange cloud hang low. The pale cream beach shakes with each wave of your hand. You ask me to go, your face black from constant disappointment.</span></address>
<address>
</address>
<address>
</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;font-style:italic;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;font-style:italic;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#33ff33;">À la recherche du temps perdu (edition Scott Moncrieff et Kilmartin, vols. 1-7)</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">I bought these when I still had time to read</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">where the sky was so blue I could write </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;font-style:italic;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">my name on it with my good hand while the other</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-style:italic;">shield my eyes from the sun, so white, perfect.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<div id="attachment_82" class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120476_5502.jpg"><img class="size-full wp-image-82" title="mikael reads australia fair." src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120476_5502.jpg?w=453&#038;h=604" alt="" width="453" height="604" /></a><p class="wp-caption-text">mikael reads australia fair.</p></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam rundown acara, sesi selanjutnya adalah untuk tanya-jawab. Tapi kami tak ingin waktu setengah jam lebih yang tersisa hanya terpakai untuk pertanyaan-pertanyaan garing dan jawaban-jawaban non-inspiring (ah, lagi-lagi saya mengejar rima). Karena itu saya segera menyambar mikrofon yang dipegang Ayu, tanpa malu mengambil tugas MC, dan mengumumkan bahwa kami mengundang para penonton untuk tampil ke depan dan membacakan puisi Anya dan Mikael. Atau kalau mereka mau, boleh juga membacakan puisi karya sendiri. Lima <a href="http://kotainikembangapi.wordpress.com/">buku Anya</a> dan lima <a href="http://wearenowhereanditswow.wordpress.com/">buku Mikael</a> kami sediakan gratis untuk mereka yang berani maju ke depan.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Zulaikha, putri penyair Debra Yatim, langsung maju ke depan dan membacakan dua buah puisi Mikael. Buku gratis untukmu, Zu! Selesai putrinya membaca, giliran Debra yang langsung maju membacakan sebagian daftar isi buku Mikael sebagai sebuah puisi. Kemudian Ayu Utami dengan ‘Penismightierthanwords’ karya Mikael.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<address> </address>
<address><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#33ff33;">Penismightierthanwords</span></span></strong></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">i picked up the pen with clouds of ideas in my head. the pen was my talisman, a thing I used to divine the meaning of the clouds. the ink was blue, which, under the yellow light of my table lamp, was only a little lighter than black, the colour of the clouds.</span></address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sambil menunggu Ayu selesai, saya lihat Abe Soares sudah siap tampil dengan gitarnya. Tak perlu dipanggil dua kali, Abe maju ke depan dan menyanyikan puisi karyanya sendiri. Indah sekali. Abe selesai, seorang anggota orkes Al-Izhar maju ke depan membaca puisi karya sendiri yang dicatatnya dalam handphone.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sesuai dengan semangat BungaMatahari yang percaya semua bisa berpuisi, saya terus mengajak hadirin untuk maju ke depan dan berpuisi. Saya jelaskan bahwa pendiri irisPUSTAKA, yang berasal dari milis puisi berbahasa Indonesia BungaMatahari, percaya puisi adalah hidup sehari-hari yang tak perlu ditakuti.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Penonton makin banyak, sebagian besar agaknya mereka yang ingin menonton orkes Al-Izhar dan peluncuran buku L.A. Underlover yang dijadwalkan setelah acara kami selesai. Kami mencuri penonton rupanya. Tak apa, yang penting ramai dan buku terjual banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sambil menunggu penonton yang akan maju, saya iseng membaca puisi Mikael yang berjudul ‘The Beggar.’ Malam terasa semakin panas, dan Mikael tampil sekali lagi, kali ini membacakan puisi Anya ‘Mabuk Lampu.’</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#ffcc66;">mabuk lampu</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sinarlamputemaramkuning</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">lampukuningsinartemaram</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">temaramsinarkuninglampu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kuningtemaramlampusinar</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sinartemaramlampukuning</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">lampusinarkuningtemaram</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">temaramkuningsinarlampu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kuninglamputemaramsinar</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di tengah-tengah penonton yang berkumpul di tangga dekat pintu masuk, saya lihat penyair Iyut Fitra dan Dino Umahuk. Saya panggil Dino ke depan untuk ikut meramaikan acara yang menjelang usai, dan dia menyambutnya dengan membaca sebuah puisi dari buku Anya. Hadiah buku untukmu, Dino!</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Waktu satu jam yang tadinya terasa panjang sekali, tiba-tiba sudah hampir habis. Saya belum sempat mengundang Iyut Fitra untuk tampil ke depan, namun sudah harus menutup acara. Sayang sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Acara ditutup Anya dengan membacakan puisi Mikael yang berjudul ‘Djaelani the baker.’</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></p>
<address> </address>
<address><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#33ff33;">Djaelani the baker</span></span></strong></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!-- [if !supportEmptyParas] --> <!-- [endif] --></span></address>
<address><span>I&#8217;m Djaelani, the baker. I see people come and go. I serve people with the sweet smell of sex in their hair. I watch them count rainbows of money and pay. I see them hold hands and pick a donut (chocolate glazed) and a sausage roll with a thong held together like a wedding cake knife. I&#8217;ve seen a man eat his breakfast alone, hurriedly like a pigeon, on my counter table. I&#8217;ve seen him come back at nine-thirty in the evening—closing time, and buy nothing. Not this time. I&#8217;m Djaelani, the baker. I see people come and go. And I stay.</span></address>
<address>
</address>
<address>
</address>
<address>
</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_5048.jpg"><img class="size-full wp-image-96" title="anya &amp; mikael" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_5048.jpg?w=640&#038;h=480" alt="" width="640" height="480" /></a></address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address><span></p>
<p></span></address>
<p><span style="font-weight:bold;">Foto-foto acara bisa dilihat <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=47107&amp;id=537171946&amp;ref=mf">di sini</a>.</span></p>
<p><em>Catatan:</em></p>
<p><em>Kemarin saya menghubungi Abe Soares, minta dikirimkan puisi yang dinyanyikannya dalam acara ini. Ini dia puisinya:</em></p>
<p><strong>AKU SAKSIKAN BAYANGANKU SENDIRI</strong></p>
<p>Ramelau*),<br />
aku mampir ke kolammu<br />
yang sejuk bening</p>
<p>Di tepinya aku saksikan bayanganku sendiri<br />
telanjang, menyambutku<br />
lalu ia tuturkan kepadaku<br />
tentang kisah benih serabutku<br />
yang berliku-liku<br />
&#8212;</p>
<p>1990-an</p>
<p>*) Gunung tertinggi di Timor-Leste.</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_5018.jpg"><img class="size-full wp-image-84" title="Abe Soares" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_5018.jpg?w=480&#038;h=640" alt="" width="480" height="640" /></a><p class="wp-caption-text">Abe Soares</p></div>
Posted in Bali, bungamatahari, irispustaka, sastra, teman, ubud writers &amp; readers festival Tagged: anya rompas, mikael johani <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=73&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2008/10/23/cerita-dari-ubud-kembang-api-di-galeri-yang-tak-sepi-oh-wow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120377_4059.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mikael's books &#38; postcard invitations</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/kotainicoverdepan11.jpg?w=236" medium="image">
			<media:title type="html">Kota Ini Kembang Api</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120408_6729.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the publisher speaks, horribly.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120409_7004.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the movie starts.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_4987.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anya reads the god of small things.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/n537171946_1120476_5502.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mikael reads australia fair.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_5048.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anya &#38; mikael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/img_5018.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abe Soares</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tishani doshi &amp; joko pinurbo: malam puisi, tari, dan terjemahan jeli</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2008/10/12/tishani-doshi-joko-pinurbo-malam-puisi-tari-dan-terjemahan-jeli/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2008/10/12/tishani-doshi-joko-pinurbo-malam-puisi-tari-dan-terjemahan-jeli/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 18:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[irispustaka]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[ubud writers & readers festival]]></category>
		<category><![CDATA[anya rompas]]></category>
		<category><![CDATA[debra yatim]]></category>
		<category><![CDATA[goethe haus]]></category>
		<category><![CDATA[joko pinurbo]]></category>
		<category><![CDATA[mikael johani]]></category>
		<category><![CDATA[tishani doshi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu saya terlambat sampai di Goethe Haus. Acara ‘Narrating the Body’ yang menampilkan Tishani Doshi, penyair dari India, dan Joko Pinurbo dijadwalkan mulai pukul 7 malam tepat. Saat itu sudah pukul setengah 8. Setengah jam terlambat. Hal biasa di Jakarta.
Di dalam, ruangan sudah terisi hampir penuh. Kira-kira tiga perempat dari kapasitas tempat duduk. Panitia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=62&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://blackuniverse.multiply.com/photos/album/67">Malam itu saya terlambat sampai di Goethe Haus</a>. Acara ‘Narrating the Body’ yang menampilkan <a href="http://www.poetrysoc.com/content/publications/poetrynews/pn07/tdprofile/">Tishani Doshi</a>, penyair dari India, dan Joko Pinurbo dijadwalkan mulai pukul 7 malam tepat. Saat itu sudah pukul setengah 8. Setengah jam terlambat. Hal biasa di Jakarta.</p>
<p>Di dalam, ruangan sudah terisi hampir penuh. Kira-kira tiga perempat dari kapasitas tempat duduk. Panitia yang menjaga pintu langsung mengantar saya ke deretan kursi nomor dua dari depan, sebelah kiri panggung. Saya menurut, karena tak ada gunanya celingak-celinguk mencari <a href="http://irispustaka.wordpress.com/2008/02/11/kota-ini-kembang-api/">Anya</a> dan <a href="http://irispustaka.wordpress.com/2008/09/21/we-are-nowhere-and-its-wow/">Mikael</a> yang sudah sampai duluan.</p>
<p>Seseorang dari Kedutaan Besar India sedang berpidato di atas panggung. Singkat saja. Kemudian giliran Ayu Utami yang bicara mewakili <a href="http://www.dkj.or.id/?">Dewan Kesenian Jakarta</a>. Saya tak begitu memperhatikan isi pidatonya, karena perhatian saya tertuju pada sosok perempuan yang duduk terpisah dua kursi dari saya, di deretan terdepan. Melihat kesibukan yang terpusat pada dirinya, gampang ditebak bahwa dialah Tishani Doshi, si penyair yang malam ini puisinya akan dibacakan bersama dengan puisi Joko Pinurbo.</p>
<p>Tebakan saya benar. Setelah Ayu Utami selesai berpidato, Debra Yatim yang menjadi moderator tanpa buang-buang waktu langsung mengambil alih acara dan menundang Tishani dan Joko untuk bergabung dengannya di atas panggung. Saya pun langsung pindah tempat duduk ke barisan terdepan, agar dapat mengambil foto yang memadai dengan Nokia 6881 cameraphone yang hanya 1.3 megapixel.</p>
<p>Tema acara malam itu adalah ‘Mengisahkan Tubuh’ atau ‘Narrating the Body’.  Kedua penyair tersebut dipilih karena karya-karya mereka dianggap banyak berkisah tentang, atau menggunakan imaji-imaji, tubuh.</p>
<p>Debra memperkenalkan Tishani dan Joko kepada hadirin. Lalu melemparkan satu dua pertanyaan pendek kepada kedua penyair tersebut. Tishani mampir di Jakarta dalam perjalanan ke Bali untuk menghadiri <a href="http://www.ubudwritersfestival.com/">Ubud Writers &amp; Readers Festival</a>. Joko Pinurbo, siapa pecinta puisi di Indonesia yang tak kenal namanya?</p>
<div id="attachment_89" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008001.jpg"><img class="size-full wp-image-89" title="Tishani Doshi, Joko Pinurbo, Debra Yatim" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008001.jpg?w=640&#038;h=480" alt="" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Tishani Doshi, Joko Pinurbo, Debra Yatim</p></div>
<p>Ada dua sesi pembacaan puisi yang diselingi sesi tanya jawab. Selain itu ditampilkan juga tarian tradisional India oleh Pooja Bhatnagar dan seorang muridnya dari <a href="http://www.jnicc.org/upcomin.htm">The Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre</a>, serta tarian kontemporer dari Mugiyono Kasido.</p>
<p>Puisi-puisi Tishani ditulis dalam bahasa Inggris, dan untuk keperluan acara malam itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Anya Rompas dan Mikael Johani. Puisi-puisi Joko yang dibacakan malam itu seperti ‘Celana’ dan ‘Daerah Terlarang’ juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, tapi saya tak tahu siapa penerjemahnya.</p>
<div id="attachment_94" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008011.jpg"><img class="size-full wp-image-94" title="Joko Pinurbo" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008011.jpg?w=480&#038;h=640" alt="" width="480" height="640" /></a><p class="wp-caption-text">Joko Pinurbo</p></div>
<div id="attachment_91" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008069.jpg"><img class="size-full wp-image-91" title="Tishani Doshi" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008069.jpg?w=480&#038;h=640" alt="" width="480" height="640" /></a><p class="wp-caption-text">Tishani Doshi</p></div>
<p>Cerita lengkap tentang acara ini, plus celetukan-celetukan Joko Pinurbo yang membuat acara mengalir lancar dan tak membosankan, moga-moga dapat segera dibaca di blog Mas <a href="http://sepanjangbraga.blogspot.com/">Kurnia Effendi</a>.</p>
<p>Di sini saya ingin berbagi hasil terjemahan puisi Tishani, yang dikerjakan oleh Anya Rompas dan Mikael Johani. Menurut Mas Kef, terjemahan mereka sangat baik. Anya dan Mikael <a href="http://irispustaka.wordpress.com/2008/09/20/peluncuran-buku-gratiagusti-chananya-rompas-mikael-johani-di-uwrf/">akan meluncurkan buku puisi mereka di Ubud</a>, sebagai bagian dari rangkaian acara Ubud Writers &amp; Readers Festival, minggu depan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">THE DAY WE WENT TO THE SEA</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">By Tishani Doshi</span></p>
<p>The day we went to the sea<br />
mothers in Madras were mining<br />
the Marina for missing children.<br />
Thatch flew in the sky, prisoners<br />
ran free, houses danced like danger<br />
in the wind. I saw a woman hold<br />
the tattered edge of the world<br />
in her hand, look past the temple<br />
which was still standing, as she was —<br />
miraculously whole in the debris of gaudy<br />
South Indian sun. When she moved<br />
her other hand across her brow,<br />
in a single arcing sweep of grace,<br />
it was as if she alone could alter things,<br />
bring us to the wordless safety of our beds.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">WAKTU ITU KITA PERGI KE PANTAI</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">Karya Tishani Doshi</span><br />
<span style="font-style:italic;">Diterjemahkan oleh Anya Rompas dan Mikael Johani</span></p>
<p>Waktu itu kita pergi ke pantai<br />
ibu-ibu di Madras sedang menyisiri<br />
Marina, mencari anak hilang.<br />
Jerami beterbangan di udara, napi-napi<br />
berkeliaran di jalanan, rumah-rumah menari<br />
bagai marabahaya bersembunyi dalam angin.<br />
Aku melihat wanita menggenggam tepi dunia<br />
yang bocel-bocel dalam satu tangannya,<br />
memandang ke balik candi yang masih berdiri,<br />
seperti dirinya, utuh—betapa menakjubkan!—<br />
di antara puing-puing yang menyala di bawah matahari<br />
India Selatan. Kemudian ia menyeka dahi<br />
dengan tangannya yang satu lagi,<br />
sekali, begitu anggun,<br />
dan kelihatannya memang hanya ia<br />
yang mampu mengubah dunia,<br />
membawa kita kembali ke kedamaian kasur-kasur bisu.</p>
<div id="attachment_92" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008098.jpg"><img class="size-full wp-image-92" title="Tishani Doshi" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008098.jpg?w=480&#038;h=640" alt="" width="480" height="640" /></a><p class="wp-caption-text">Tishani Doshi</p></div>
<p><span style="font-weight:bold;">WHAT THE BODY KNOWS</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">By Tishani Doshi</span></p>
<p>The body dances in a darkened room<br />
turning itself inside out<br />
so that skin can face the light in fractures,<br />
slip like shadow through skeleton walls,<br />
begin to cry — really — to scream<br />
about the tarnished weight of dreams.</p>
<p>This has been a drift after all.<br />
The body returns to its original place,<br />
moves from one to the other — creeps —<br />
tries to flee itself, lone trunk,<br />
searches for remain of bark,<br />
hints of what it used to be.</p>
<p>Perhaps an ocean framed in bone,<br />
a pair of birds in early white,<br />
flying from this dream to the next<br />
fixing the gaps between memory<br />
and reverberation; binding spine<br />
on vein, feather to lesion.<br />
The body collects its wandering parts,<br />
leans back through layers<br />
of thickening water; roots above<br />
boughs beneath, feet caving in to wonder.<br />
It’s how the world reverses itself,<br />
how the distant sky finds the earth.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">TUBUH TAHU</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">Karya Tishani Doshi</span><br />
<span style="font-style:italic;">Diterjemahkan oleh Anya Rompas dan Mikael Johani</span></p>
<p>Tubuh itu menari di kamar gelap<br />
meliuk, melekuk<br />
sampai kulitnya mampu menerima cahaya yang pecah,<br />
menyelinap seperti bayangan di antara rangka dinding,<br />
mulai menangis—keras—memekik<br />
tentang mimpi-mimpi berat yang pudar.</p>
<p>Semua ini adalah pengembaraan.<br />
Tubuh itu kembali ke tempat asalnya,<br />
pindah dari sana ke sini—merangkak—<br />
mencoba lari, bagai batang pohon<br />
mencari sisa kulitnya,<br />
petunjuk tentang dirinya yang dulu.</p>
<p>Mungkin ia samudra berpigura tulang,<br />
sepasang burung putih bersih,<br />
terbang dari mimpi satu ke mimpi yang lain<br />
menyumpal celah di antara ingatan<br />
dan getaran; menjahit tulang belakang<br />
dengan pembuluh darah, bulu dengan borok.<br />
Ia memungut organ-organnya yang jatuh,<br />
membaringkan diri ke dalam berlapis-lapis<br />
air yang mengental; akar di atas<br />
dahan di bawah, kaki menyerah ingin tahu.<br />
Beginilah dunia memutar balik,<br />
beginilah langit yang jauh menemukan bumi kembali.</p>
<div id="attachment_93" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008135.jpg"><img class="size-full wp-image-93" title="Tishani Doshi" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008135.jpg?w=480&#038;h=640" alt="" width="480" height="640" /></a><p class="wp-caption-text">Tishani Doshi</p></div>
<p><span style="font-weight:bold;">THE DELIVERER</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">By Tishani Doshi</span></p>
<p>OUR LADY OF THE LIGHT CONVENT, KERALA</p>
<p>The sister here is telling my mother<br />
how she came to collect children<br />
because they were crippled or dark or girls.</p>
<p>Found naked in the streets,<br />
covered in garbage, stuffed in bags,<br />
abandoned at their doorstep.</p>
<p>One of them was dug up by a dog,<br />
thinking the head barely poking above the ground<br />
was bone or wood, something to chew.</p>
<p>This is the one my mother will bring.</p>
<p>* * *</p>
<p>MILWAUKEE AIRPORT, USA</p>
<p>The parents wait at the gates.<br />
They are American so they know about ceremony<br />
and tradition, about doing things right.</p>
<p>They haven’t seen or touched her yet.<br />
don’t know of her fetish for plucking hair off hands,<br />
or how her mother tried to bury her.</p>
<p>But they are crying.<br />
We couldn’t stop crying, my mother said,<br />
feeling the strangeness of her empty arms.</p>
<p>* * *</p>
<p>This girl grows up on video tapes,<br />
sees how she’s passed from woman<br />
to woman. She returns to twilight corners,</p>
<p>to the day of her birth.<br />
How it happens in some desolate hut<br />
outside village boundaries</p>
<p>where mothers go to squeeze out life,<br />
watch body slither out from body,</p>
<p>feel for penis or no penis,<br />
toss the baby to the heap of others,</p>
<p>trudge home to lie down for their men again.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">KURIR</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">Karya Tishani Doshi</span><br />
<span style="font-style:italic;">Diterjemahkan oleh Anya Rompas dan Mikael Johani</span></p>
<p>BIARA BUNDA YANG MENYINARI, KERALA</p>
<p>Suster di sini sedang memberi tahu ibuku<br />
ia memungut anak-anak<br />
yang cacat, berkulit gelap, atau perempuan.</p>
<p>Yang ditemukan telanjang di jalanan,<br />
tertimbun sampah, dibungkus dalam karung,<br />
ditinggalkan di depan pintu.</p>
<p>Salah satu dari mereka digali seekor anjing,<br />
yang mengira kepala yang menyembul sedikit di atas tanah<br />
sepotong tulang atau kayu, sesuatu untuk dikunyah.</p>
<p>Anak inilah yang akan dibawa pergi ibuku.</p>
<p>***</p>
<p>BANDARA MILWAUKEE, USA</p>
<p>Orang tuanya menunggu di gerbang.<br />
Mereka orang Amerika jadi mereka tahu tentang upacara<br />
dan tradisi, tentang mengikuti aturan.</p>
<p>Mereka belum pernah melihat maupun menyentuhnya,<br />
tidak tahu kegemarannya mencabut bulu-bulu tangan,<br />
atau bahwa ibunya pernah mencoba menguburnya hidup-hidup.</p>
<p>Tapi mereka menangis.<br />
Kami tidak bisa berhenti menangis, kata ibuku,<br />
sambil merasakan betapa aneh tangannya yang kosong.</p>
<p>***</p>
<p>Anak ini dibesarkan oleh kaset video,<br />
menyaksikan bagaimana ia dipindahkan dari tangan perempuan satu<br />
ke tangan perempuan lain. Kemudian ia kembali ke sudut-sudut senja</p>
<p>ke hari kelahirannya.<br />
Yang terjadi di gubuk reot<br />
di luar batas desa</p>
<p>tempat ibu-ibu membuang kehidupan<br />
menonton tubuh keluar dari tubuhnya,</p>
<p>meraba-raba: berpeniskah atau tak berpeniskah?<br />
melemparkan bayinya ke gundukan bayi-bayi lain</p>
<p>kemudian berjalan gontai pulang untuk ditiduri laki-laki mereka lagi.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">HOMECOMING</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">By Tishani Doshi</span></p>
<p>I forgot how Madras loves noise —<br />
loves neighbours and pregnant women<br />
and Gods and babies</p>
<p>and Brahmins who rise<br />
like fire hymns to sear the air<br />
with habitual earthquakes.</p>
<p>How funeral processions clatter<br />
down streets with drums and rose-petals,<br />
dancing death into deafness.</p>
<p>How vendors and cats make noises<br />
of love on bedroom walls and alleyways<br />
of night, operatic and dark.</p>
<p>How cars in reverse sing Jingle Bells<br />
and scooters have larynxes of lorries.<br />
How even colour can never be quiet.</p>
<p>How fisherwomen in screaming red —<br />
with skirts and incandescent third eyes<br />
and bangles like rasping planets</p>
<p>and Tamil women on their morning walks<br />
in saris and jasmine and trainers<br />
can shred the day and all its skinny silences.</p>
<p>I forgot how a man dying under the body<br />
of a tattered boat could ask for promises;<br />
how they could be as soundless as the sea</p>
<p>on a wounded day,  altering the ground<br />
of the earth as simply as the sun filtering through —<br />
the monsoon rain dividing everything.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">MUDIK</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">Karya Tishani Doshi</span><br />
<span style="font-style:italic;">Diterjemahkan oleh Anya Rompas dan Mikael Johani</span></p>
<p>Aku lupa Madras begitu cinta bising—<br />
begitu cinta tetangga dan perempuan hamil<br />
juga Tuhan-tuhan dan bayi-bayi</p>
<p>dan para Brahmin yang bangkit<br />
seperti lagu untuk api yang memanggang udara<br />
dengan gempa bumi setiap kali.</p>
<p>Aku lupa pengantar jenazah selalu berisik<br />
memukul dram dan menyebar mawar sepanjang jalan<br />
menari-nari dan membuat tuli kematian.</p>
<p>Aku lupa pedagang kaki lima dan kucing-kucing menyebarkan suara<br />
percintaan pada tembok kamar tidur dan gang-gang<br />
malam, mirip opera dan gelap gulita.</p>
<p>Aku lupa mobil atrèt menyanyi Jingle Bells<br />
dan skuter-skuter bertenggorokan lori.<br />
Aku lupa warna pun tak bisa diam.</p>
<p>Aku lupa nelayan perempuan berbaju merah menyala—<br />
memakai rok dan mata ketiga yang berpendar-pendar<br />
dan gelang seperti planet-planet kasar</p>
<p>dan perempuan Tamil jalan-jalan pagi<br />
berseragam sari dan bunga melati dan sepatu kets—<br />
mampu mencabik hari dan kesunyian yang tipis.</p>
<p>Aku lupa laki-laki yang sekarat di bawah<br />
perahu rusak pun masih menagih janji;<br />
Aku pun lupa semuanya bisa bisu bagai laut</p>
<p>pada hari yang terluka, mengubah permukaan bumi<br />
segampang matahari menembus<br />
hujan muson yang mencerai-beraikan semuanya.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">TURNING INTO MEN AGAIN</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">By Tishani Doshi</span></p>
<p>This morning men are returning to the world,<br />
waiting on the sides of blackened pavements<br />
for a rickshaw to carry them away<br />
on the sharp pins and soles of their dancing feet.</p>
<p>They must go to the houses of their childhoods<br />
to be soothed. They must wait for the wheels<br />
to appear from the thin arm of road.<br />
They must catch the crack in the sky</p>
<p>where the light shifts from light to dark<br />
to light again, like the body in the first stages of love;<br />
angering, heightening, spreading:<br />
bent knees, bent breath.</p>
<p>Now they are moving, changing colours.<br />
Women are standing at the thresholds of doors<br />
holding jars of oil, buckets of hot water and salt,<br />
calamine, crushed mint and drink.</p>
<p>Some crawl into their mother’s laps,<br />
collapse against the heavy bosoms of old nannies,<br />
search for the girl who climbed with them<br />
to the tin roof for the first time.</p>
<p>Inside, in the shadows of pillars,<br />
fathers and grandfathers are stepping down<br />
from picture frames with secrets on their lips,<br />
calling the lost in from their voyages.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">KEMBALI JADI LAKI-LAKI</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">Karya Tishani Doshi</span><br />
<span style="font-style:italic;">Diterjemahkan oleh Anya Rompas dan Mikael Johani</span></p>
<p>Pagi ini laki-laki kembali ke dunia mereka lagi<br />
menunggu di tepi trotoar hitam<br />
menanti becak membawa mereka pergi<br />
di atas jari-jari roda yang menari-nari.</p>
<p>Mereka ingin mudik ke rumah masa kecil mereka<br />
supaya hati mereka tenang. Mereka harus menunggu<br />
roda-roda muncul dari lengan jalan yang ramping.<br />
Mereka harus menangkap retak di langit</p>
<p>Yang menyimpan cahaya terang yang kemudian berubah gelap<br />
kemudian terang kembali, seperti tubuh saat jatuh cinta;<br />
membikin marah, menegang, menyebar ke semua arah:<br />
menekuk lutut, menekuk napas.</p>
<p>Mereka mulai bergerak, berubah warna.<br />
Wanita berjejeran di depan pintu rumah<br />
menenteng botol minyak wangi, ember penuh air garam panas<br />
salep kalamin, daun mint gerus, dan minuman.</p>
<p>Sebagian laki-laki tadi merangkak kembali ke pangkuan ibu mereka,<br />
tenggelam dalam payudara gemuk pengasuh mereka,<br />
lari mencari gadis yang dulu menemani<br />
memanjat atap seng untuk pertama kali.</p>
<p>Di dalam, di bawah bayang pilar-pilar,<br />
ayah dan kakek turun<br />
dari pigura dengan rahasia membayang di bibir<br />
memanggil anak-anak hilang kembali ke rumah.</p>
<p>http://blackuniverse.multiply.com/journal/item/372/tishani_doshi_joko_pinurbo_malam_puisi_tari_dan_terjemahan_jeli</p>
Posted in bungamatahari, irispustaka, sastra, teman, ubud writers &amp; readers festival Tagged: anya rompas, debra yatim, goethe haus, joko pinurbo, mikael johani, tishani doshi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=62&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2008/10/12/tishani-doshi-joko-pinurbo-malam-puisi-tari-dan-terjemahan-jeli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008001.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tishani Doshi, Joko Pinurbo, Debra Yatim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008011.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Joko Pinurbo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008069.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tishani Doshi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008098.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tishani Doshi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/11102008135.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tishani Doshi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resiko jadi penerbit buku puisi dan berteman penyair narsis</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2008/09/19/resiko-jadi-penerbit-buku-puisi-dan-berteman-penyair-narsis/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2008/09/19/resiko-jadi-penerbit-buku-puisi-dan-berteman-penyair-narsis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 11:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[irispustaka]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[ade banani]]></category>
		<category><![CDATA[anya rompas]]></category>
		<category><![CDATA[edo wallad]]></category>
		<category><![CDATA[festi noverini]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[mikael johani]]></category>
		<category><![CDATA[olivia sinaga]]></category>
		<category><![CDATA[rieke saraswati]]></category>
		<category><![CDATA[ulil]]></category>
		<category><![CDATA[uwrf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya saat itu datang juga. Saat saya bisa menekan tombol save &#38; publish di halaman multiply saya, serta menekan post di milis-milis, untuk tulisan yang sangat istimewa bagi saya.
Setelah sekian lama berupaya, kemarin siang dengan bangga saya bisa umumkan kepada publik bahwa irisPUSTAKA akan menerbitkan dan meluncurkan dua buku perdananya. Yang pertama karya Anya, &#8216;Kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=42&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya saat itu datang juga. Saat saya bisa menekan tombol <em>save &amp; publish</em> di halaman <a href="http://blackuniverse.multiply.com/">multiply saya</a>, serta menekan <em>post</em> di milis-milis, untuk <a href="http://blackuniverse.multiply.com/calendar/item/10017/IrisPUSTAKA_Peluncuran_buku_Gratiagusti_Chananya_Rompas_Mikael_Johani">tulisan</a> yang sangat istimewa bagi saya.</p>
<p>Setelah sekian lama berupaya, kemarin siang dengan bangga saya bisa umumkan kepada publik bahwa <a href="http://irispustaka.wordpress.com/">irisPUSTAKA</a> akan menerbitkan dan meluncurkan dua buku perdananya. Yang pertama karya Anya, &#8216;<strong><a href="http://kotainikembangapi.wordpress.com/">Kota Ini Kembang Api</a></strong>&#8216;, dan yang kedua karya Mikael, &#8216;<strong><a href="http://wearenowhereanditswow.wordpress.com/">We Are Nowhere and It&#8217;s Wow</a></strong>&#8216;.</p>
<p>Memang, baru sampai pada tahap mengumumkan. Jualan kecap dululah. Maklum, <a href="http://www.indopacedelman.com/">dulu kerja</a> <a href="http://maverickid.com/">jadi humas</a>.</p>
<p>Cukup panjang juga perjalanan irisPUSTAKA sebelum bisa sampai ke tahap ini. Saya ingat sekitar dua tahun lalu, tak lama setelah <a href="http://blackuniverse.multiply.com/photos/album/12/Part_1._Peluncuran_Buku_Antologi_Bunga_Matahari._Aksara_Bookstore_Kemang_Jan._25_2006_7pm.">ramai-ramai</a> <a href="http://blackuniverse.multiply.com/photos/album/13/_Part_2._Peluncuran_Buku_Antologi_Bunga_Matahari_Aksara_Bookstore_Kemang_25_Jan._2006._7pm.">peluncuran buku</a> Antologi Puisi <a href="http://www.bungamatahari.org/">BungaMatahari</a> mulai mereda, dan setelah <a href="http://bungamatahari.stumbleupon.com/">rentetan wawancara dengan media</a> dan acara-acara yang harus kami ikuti dan adakan selesai, suatu malam <a href="http://violet.multiply.com/">Anya</a> dan <a href="http://simplyfesti.multiply.com/">Festi</a> mengajak saya ketemu dan bicara.</p>
<p>Saya lupa tanggal berapa dan di kafe apa. Mungkin di Tornado Coffee Wolter Monginsidi, atau di Miko Coffee Sarinah Thamrin. Yang jelas, malam itu kedua perempuan ini menawarkan saya untuk bergabung dalam usaha penerbitan kecil-kecilan yang akan mereka buat.</p>
<p>Kelakuan saya yang cukup pelacur dan tak tahu malu saat mempromosikan Antologi BuMa (promosi yang sukses karena masuk <a href="http://blackuniverse.multiply.com/journal/item/25/BungaMatahari_di_Kompas_Minggu_12_February_2006"><em>Kompas</em></a> dan beberapa <a href="http://blackuniverse.multiply.com/journal/item/29/Bunga_Matahari_di_Playboy_Indonesia">media massa</a> lainnya), rupanya dianggap mereka sebagai sesuatu yang dibutuhkan penerbit yang masih bayi ini. Jadilah saya didaulat sebagai pelaksana promosi dan <em>social networking</em>.</p>
<p>Kami pun mulai sering menghabiskan malam-malam begadang untuk memperjelas konsep penerbitan ini. Saya pun mendorong Anya untuk rajin menghadiri acara-acara sastra dan budaya yang diadakan di Jakarta. Lumayan buat networking dan menimba ilmu. Kadang-kadang dia kami temani, lebih sering lagi pergi sendiri.</p>
<p>Tak semua rencana berjalan lancar. Kesibukan kerja yang sering membuat saya terbuang ke <a href="http://blackuniverse.multiply.com/photos/album/21/Jayapura-Merauke_Papua._12-20_Oktober_2006">pelosok</a>-<a href="http://blackuniverse.multiply.com/photos/album/20/Kupang-Pulau_Rote_NTT_July-Agustus_2006">pelosok</a> negeri, ditambah dengan kegiatan Festi dan Anya yang juga padat, membuat jadwal kerja kami molor sampai berbulan-bulan, bahkan setahun lebih. Untung kami dapat bantuan dari <a href="http://mimpi.multiply.com/">Ade</a>, yang rela diminta membantu proses <em>editing</em> saat segalanya sudah setengah jalan.</p>
<p>Sampai saat ini, selain Anya dan <a href="http://thetruthaboutjakarta.multiply.com">Mikael</a>, irisPUSTAKA sedang menyiapkan buku-buku karya <a href="http://clovique.multiply.com/">Olivia</a>, <a href="http://gulaligilaluli.multiply.com/">Ulil</a>, dan <a href="http://edophilia.multiply.com/">Edo</a>.</p>
<p><a href="http://akuluka.multiply.com/">Luka</a> dan <a href="http://rsaraswati.multiply.com/">Rieke</a> juga telah memberikan karya mereka kepada saya untuk dibaca. Moga-moga bisa diurus secepatnya.</p>
<p>Malam ini saya harus kirim email lagi ke panitia UWRF. Anya tadi menelepon dan bilang bahwa Mikael kurang suka dengan blurb tentang bukunya yang tercantum di <a href="http://www.ubudwritersfestival.com/index.php?mid=32">jadwal acara</a> <a href="http://www.ubudwritersfestival.com/">UWRF</a>. Katanya membuat dia terkesan seperti lulusan <a href="http://www.utankayu.org/in/index.cfm?action=about&amp;tick=566995156">TUK</a>! Hahaha. Bingung juga saya, harus bilang apa ke orang UWRF agar blurb itu diganti.</p>
<p>Mikael ingin supaya blurb untuk dia bunyinya seperti ini:</p>
<p><strong>we are nowhere and it&#8217;s wow is mikael johani&#8217;s first poetry collection. it&#8217;s divided into three sections, home, home part deux, away, and we are nowhere and it&#8217;s wow. because he likes being coy. home is away, away is home, part deux is part un, nowhere is somewhere etc. includes such orientalist pesudo-political poems as away with wiji thukul I-VIII as well as apathetic occidentalist ones like esthétique du mall. i need ten more words for this short blurb. blurb.</strong></p>
<p>Talk about nowhere. Totally wow.</p>
<p>Inilah resikonya membuat penerbitan dan berurusan dengan penyair narsis.  God help me.</p>
Posted in bungamatahari, hari ini, irispustaka, sastra, teman Tagged: Add new tag, ade banani, anya rompas, edo wallad, festi noverini, irispustaka, luka, mikael johani, olivia sinaga, rieke saraswati, ulil, uwrf <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=42&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2008/09/19/resiko-jadi-penerbit-buku-puisi-dan-berteman-penyair-narsis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IrisPUSTAKA: Peluncuran buku Gratiagusti Chananya Rompas &amp; Mikael Johani</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2008/09/19/irispustaka-peluncuran-buku-gratiagusti-chananya-rompas-mikael-johani/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2008/09/19/irispustaka-peluncuran-buku-gratiagusti-chananya-rompas-mikael-johani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 10:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[irispustaka]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[anya rompas]]></category>
		<category><![CDATA[book launch]]></category>
		<category><![CDATA[mikael johani]]></category>
		<category><![CDATA[ubud]]></category>
		<category><![CDATA[uwrf]]></category>
		<category><![CDATA[wanderlust]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[irisPUSTAKA mengundang semua pecinta puisi untuk meramaikan acara peluncuran buku ‘Kota Ini Kembang Api’ karya Gratiagusti Chananya Rompas, dan ‘We Are Nowhere and It’s Wow’ karya Mikael Johani, yang akan diadakan di:
Tempat	      : Gaya Fusion, Jl. Raya Sayan, Ubud, Bali
Hari		 : Jumat, 17 Oktober, 2008
Jam		: 18.00 – 19.00 WITA
Peluncuran kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=39&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>irisPUSTAKA mengundang semua pecinta puisi untuk meramaikan acara peluncuran buku ‘<strong>Kota Ini Kembang Api</strong>’ karya <strong>Gratiagusti Chananya Rompas</strong>, dan ‘<strong>We Are Nowhere and It’s Wow</strong>’ karya <strong>Mikael Johani</strong>, yang akan diadakan di:</p>
<p><strong>Tempat	      : Gaya Fusion, Jl. Raya Sayan, Ubud, Bali<br />
Hari		 : Jumat, 17 Oktober, 2008<br />
Jam		: 18.00 – 19.00 WITA</strong></p>
<p>Peluncuran kedua buku ini akan diisi dengan pemutaran video puisi, pembacaan puisi oleh para penulis, dan sesi baca puisi spontan bagi hadirin.</p>
<p>Acara ini adalah bagian dari rangkaian Ubud Writers &amp; Readers Festival, 14-19 Oktober, 2008.</p>
<p>Informasi terbaru, lebih lengkap dan mendalam tentang perjalanan kedua penulis dan buku mereka, mulai dari sesi lay out, cetak, sampai acara peluncuran, dapat dibaca di:</p>
<p><a href="http://kotainikembangapi.wordpress.com/">http://kotainikembangapi.wordpress.com/</a><br />
<a href="http://wearenowhereanditswow.wordpress.com/">http://wearenowhereanditswow.wordpress.com/</a></p>
<p><strong>Anya</strong> bisa diajak kenalan dan ngobrol di:</p>
<p><a href="http://gratiagustichananya.wordpress.com/">http://gratiagustichananya.wordpress.com/</a><br />
<a href="http://violet.multiply.com/">http://violet.multiply.com/</a><br />
<a href="http://profile.to/violet">http://profile.to/violet</a><br />
<a href="http://friendfeed.com/violeteye">http://friendfeed.com/violeteye</a><br />
<a href="http://gcrompas.stumbleupon.com/">http://gcrompas.stumbleupon.com/</a></p>
<p><strong>Mikael</strong> bisa diajak diskusi dan ketawa-ketawa di:</p>
<p><a href="http://thetruthaboutjakarta.multiply.com/">http://thetruthaboutjakarta.multiply.com/</a><br />
<a href="http://twitter.com/oomslokop">http://twitter.com/oomslokop</a><br />
<a href="http://oomslokop.stumbleupon.com/">http://oomslokop.stumbleupon.com</a></p>
<p>Pesan bukunya dari jauh-jauh hari agar tak kehabisan! Klik saja:</p>
<p><a href="http://irispustaka.wordpress.com/shop/">http://irispustaka.wordpress.com/shop/</a></p>
<p>Untuk informasi lebih lengkap, gosip terbaru dan jumpa fans kecil-kecilan, hubungi:</p>
<p>Waraney Herald Rawung</p>
<p>0816 116 3015<br />
irisindonesia@gmail.com<br />
<a href="http://irispustaka.wordpress.com/">http://irispustaka.wordpress.com/</a><br />
<a href="http://blackuniverse.multiply.com/">http://blackuniverse.multiply.com/</a></p>
<p><strong>Ubud Writers &amp; Readers Festival</strong>, serta lokasi acara dapat dilihat di: <a href="http://www.ubudwritersfestival.com/">http://www.ubudwritersfestival.com/</a></p>
<p><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/kotainicoverdepan1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-59" title="kota ini kembang api" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/kotainicoverdepan1.jpg?w=236&#038;h=300" alt="" width="236" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/cover-we-are-nowhere-and-its-wow.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-60" title="cover-we-are-nowhere-and-its-wow" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/cover-we-are-nowhere-and-its-wow.jpg?w=230&#038;h=300" alt="" width="230" height="300" /></a></p>
Posted in Bali, bungamatahari, irispustaka, sastra, teman Tagged: anya rompas, Bali, book launch, irispustaka, mikael johani, ubud, uwrf, wanderlust <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=39&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2008/09/19/irispustaka-peluncuran-buku-gratiagusti-chananya-rompas-mikael-johani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/kotainicoverdepan1.jpg?w=236" medium="image">
			<media:title type="html">kota ini kembang api</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/10/cover-we-are-nowhere-and-its-wow.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">cover-we-are-nowhere-and-its-wow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BungaMatahari: KebunKata KebunRaya Bogor, 30 Agustus 2008</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2008/08/26/bungamatahari-kebunkata-kebunraya-bogor-30-agustus-2008/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2008/08/26/bungamatahari-kebunkata-kebunraya-bogor-30-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 08:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[kebun raya bogor]]></category>
		<category><![CDATA[kebunkata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[seorang kawan pernah mengajak saya pesta LSD
dia bilang, enak lho, apalagi sambil berpuisi
apalagi sambil tidur-tiduran piknik hahaha hihihi
saya tanya, pikniknya dimana?
di Kebun Raya Bogor, kata dia
rasanya seperti apa?
seperti naik pesawat ruang angkasa!
sampai saat ini saya belum mengiyakan ajakannya.
mungkin karena takut halusinasi gila-gilaan
bisa juga takut digandeng polisi dan masup bui.
atau, ngeri diculik hantu-hantu penghuni pohon-pohon tua.
akhir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=33&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>seorang kawan pernah mengajak saya pesta LSD<br />
dia bilang, enak lho, apalagi sambil berpuisi<br />
apalagi sambil tidur-tiduran piknik hahaha hihihi</p>
<p>saya tanya, pikniknya dimana?<br />
di Kebun Raya Bogor, kata dia<br />
rasanya seperti apa?<br />
seperti naik pesawat ruang angkasa!</p>
<p>sampai saat ini saya belum mengiyakan ajakannya.<br />
mungkin karena takut <a href="http://blackuniverse.multiply.com/journal/item/355/hanya_aku_yang_bisa_terbang_dan_menembus_tembok">halusinasi</a> gila-gilaan<br />
bisa juga takut digandeng polisi dan masup bui.<br />
atau, ngeri diculik hantu-hantu penghuni pohon-pohon tua.</p>
<p>akhir minggu ini, hari sabtu 30 agustus 2008<br />
tak perlu LSD, tak usah bawa segala yang kimiawi<br />
mari kita mabuk kata-kata menghirup udara non-Jakarta<br />
dalam acara KebunKata di Bogor punya Kebun Raya!</p>
<p>kumpul di <a href="http://blackuniverse.multiply.com/photos/album/64/bungamatahari_irispustaka_crackhouse_coloring_in_session._part_5">crackhouse</a> <a href="http://bungamatahari.org/">buma</a> &amp; <a href="http://irispustaka.wordpress.com/">irispustaka</a><br />
perumnas tanah abang, blok 1 lantai 3 nomor 4<br />
sabtu, 30 agustus 2008, jam 9 pagi<br />
atau langsung meluncur sendiri<br />
ke kebun yang selalu raya</p>
<p>naik apa? naik kereta atau naik mobil sendiri pun tak apa!<br />
(yang kasih saya tebengan akan dianggap saudara)</p>
<p>ketemu dimana? di depan kolam depan cafe dedaunan!<br />
(yang depresi silakan nyemplung duluan)</p>
<p>sampai jam berapa? sampai suara serak dan kantong cekak!<br />
(bawa bekal piknik sendiri ya, kan sudah dewasa)</p>
<p>lagi-lagi, siapkan pakaian santai<br />
kumpulkan puisi-puisi cincai<br />
beli kacamata cengdem di melawai<br />
lagi-lagi, semua bisa berpuisi!</p>
<p>sampai jumpa di kebunkata!</p>
<p>ney<br />
<a href="http://blackuniverse.multiply.com/calendar/item/10016/BungaMatahari_KebunKata_KebunRaya?replies_read=37">-yang sedang malas nulis iklan bagus2-</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniahitam.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniahitam.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=33&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2008/08/26/bungamatahari-kebunkata-kebunraya-bogor-30-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BungaMatahari @Koran Seputar Indonesia, Minggu, 27 April, 2008</title>
		<link>http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/</link>
		<comments>http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 03:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waraney Rawung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bungamatahari]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniahitam.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Penyair Dunia Maya
Minggu, 27/04/2008
‘‘SEMUA bisa berpuisi’’,itulah tagline dari komunitas BungaMatahari.Siapa pun yang suka berpuisi bisa curhat lewat milis itu, termasuk Anda.
BungaMatahari (BuMa) adalah komunitas puisi berbasis mailing list (milis) yang dibentuk pada 19 April 2000 oleh Gratiagusti Chananya Rompas (Anya).
Anggota sekaligus moderator, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan TukangKebun.Penggagas milis ini adalah Danar Pramesti. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=24&subd=duniahitam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-weight:bold;"><a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/penyair-dunia-maya.html">Penyair Dunia Maya</a></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Minggu, 27/04/2008</span></p>
<p>‘‘SEMUA bisa berpuisi’’,itulah tagline dari komunitas BungaMatahari.Siapa pun yang suka berpuisi bisa curhat lewat milis itu, termasuk Anda.</p>
<p align="justify">BungaMatahari (BuMa) adalah komunitas puisi berbasis mailing list (milis) yang dibentuk pada 19 April 2000 oleh Gratiagusti Chananya Rompas (Anya).</p>
<p align="justify">Anggota sekaligus moderator, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan TukangKebun.Penggagas milis ini adalah Danar Pramesti. Pada awalnya, milis BuMa merupakan ajang tukar-menukar puisi bagi kedua perempuan ini. Di kampus Universitas Indonesia,Anya dan Danar bertemu dan mulai nongkrong bareng.</p>
<p align="justify">“Awalnya, namanya anak kuliah,pengen main. Kebetulan pada suka nulis puisi,kita mikir seru banget, nongkrong sambil bikin puisi,” tutur Anya saat berbincang dengan SINDO, di Tornado Coffee. Dari dua menjadi banyak. Mereka ‘’menggalang’’ massa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik juga Fakultas Sastra UI.</p>
<p align="justify">Anehnya, para sastrawan muda di fakultas sastra sempat menolak gabung.Namun, perlahan-lahan milis Bungamatahari mulai dikunjungi dan memiliki member dalam jumlah signifikan. “Terlebih pas awal launching buku ‘Antologi Bunga Matahari’. Kita sempat kebanjiran request member.Tapi belakangan ini mulai stabil,”ujar Ney,seorang TukangKebun.</p>
<p align="justify">Dalam delapan tahun perjalanan BuMa, mereka telah memiliki sekitar 1600 member dalam mailing list BuMa,dan sebuah buku antologi puisi. Perkembangan BuMa yang termasuk cepat memerlukan sejumlah moderator andal. Sebut saja tukang kebun lain,yaitu Nurman Priatna, Pugar Restu Julian,Aloysius Widyosuwasto, Lovelli Ariesti, Yoshi Febriyanto, Festi Noverini, dan Waraney Herald Rawung.</p>
<p align="justify">Nama BungaMatahari dipilih berdasarkan sejumlah alasan. Pertama-tama,kebanyakan orang masih memandang puisi sebagai sesuatu yang melankolis cenderung tragis cenderung menye-menye, paling tidak pada saat milisini dibuat. Keinginan untuk membongkar pandangan semacam inilah yang mendorong pendiri untuk mengedepankan gambaran bunga matahari yang cerah, ceria, namun pada saat yang bersamaan masih memiliki sisi puitis.</p>
<p align="justify">‘’Semua Bisa Berpuisi’’, Mikael Johani seorang moderator BuMa, yang menyebut dirinya penyair, kerap mendapati sinisme akan ungkapan tersebut.Tidak sedikit penyair atau sastrawan angkatan lebih tua mengkritisi karya mereka. Semua bisa berpuisi banyak dikritik.Menurut mereka, enggak semua orang dapat berpuisi. Tapi kalau BuMa asyik-asyik aja.</p>
<p align="justify">“Generasi baru sastra yang belum diakui tidak mencari pemberkatan atau restu dari mereka. Kita di sini untuk berbagi,”ujar Mikael. “Dan kita tidak berminat untuk digurui,”tambah Anya. Sederhananya, semua orang dapat bergabung dalam milisBuMa dan berpuisi.Tidak terlalu peduli akan tema, struktur, karena semua dikembalikan pada kedewasaan masing-masing anggota.Pada prinsipnya, seseorang bisa bertutur lewat puisi, mengasah kepekaan mereka,dan berani berpuisi lewat milis.</p>
<p align="justify">Keanekaragaman tema membuat para moderatornya ‘’kewalahan’’.Beberapa puisi yang mengandung unsur Sara dipersilakan menempati ruang dalam milis.Lalu di mana letak sensor? “Tidak ada.Kita mengembalikan pada pembaca untuk menginterpretasi puisi itu,”tutur Anya.</p>
<p align="justify">Jikalau ada perdebatan, hendaknya tidak menjadi api pemicu permasalahan lebih besar. Sosok-sosok sastrawan mudainimemilikikedewasaandan kebijakan dalam menyikapi ekspresi rekan-rekan mereka. Saat ini (masih) berkembang dalam lingkup dunia maya.</p>
<p align="justify">“Bagi kami dunia maya adalah nyata,”ujar Mikael seraya tersenyum. Ya, berbasis internet Bu- Ma menyalurkan cita rasa sastra semua kalangan yang mencintai kata-kata.Para moderatornya pun jeli melihat perkembangan internet dengan segala layanannya.Tidak sekadar milis,tapi juga memaksimalkan layanan yang ada untuk menjaga eksistensi BuMa.</p>
<p align="justify">“Kita pernah bikin acara baca puisi bersama, dan direkam lalu dimasukkan ke dalam YouTube,”jelas Ney. Atau Lahirnya The Toilet dan Kwaci untuk mengakomodasikan hujanan kata dari para anggotanya.The Toilet berisikan puisi dalam bahasa inggris, sementara Kwaci adalah milis untuk menampung cerita pendek. Perlu diingat bahwa di BuMa,hanya puisi berbahasa Indonesia yang diterima.</p>
<p align="justify">Dan sampai saat ini BuMa telah memiliki puluhan ribu puisi yang 180 di antaranya sudah dibukukan dalam Antologi Puisi Bunga Mataharidi tahun 2006. Melihat perkembangan BuMa kini, baik Anya maupun Danar tidak akan menyangka bisa jadi sebesar ini.</p>
<p align="justify">“Tidak menyangka sama sekali. Kalau sekarang ngobrolsama Danar suka lucu aja. Dulu kita paling cuma iseng. Awalnya, pengen semangat nongkrong lebih gede dari berpuisi,” ungkap Anya seraya tertawa.</p>
<p align="justify">Antara Maya dan Nyata</p>
<p align="justify">SELAIN aktif di dunia maya, komunitas Bunga Matahari memiliki serangkaian acara di dunia nyata. Di antaranya Kebun kata, Rumah kata, Bengkel kata, dan BuMa untuk semua.</p>
<p align="justify">KebunKata adalah acara pembacaan puisi yang terbuka bagi siapa saja – anggota BuMa atau bukan. Walaupun menawarkan konsep pembacaan puisi yang santai dan spontan, acara ini biasanya mengangkat sebuah tema untuk dieksplorasi oleh pengunjungnya. Di dalam acara ini beberapa kali dilakukan kegiatan MainKata.</p>
<p align="justify">Di sini para pengunjung dapat bekerja sama menuliskan sebuah atau beberapa puisi. RumahKata adalah sebuah acara berkonsep pameran yang menampilkan karya-karya eksplorasi dari literatur yang dipadukan dengan kesenian-kesenian lain. Pameran selalu dibuka dengan sejumlah pertunjukan yang sedapat mungkin juga mengusung semangat kolaborasi, baik antara dua atau lebih bentuk kesenian yang berbeda maupun dua atau lebih penampil.</p>
<p align="justify">Acara ini diselenggarakan secara berkala oleh Komunitas BungaMatahari (BuMa) dan mengangkat tema berbeda setiap kalinya. Sedangkan Bengkel kata adalah kegiatan yang bersifat pelatihan dan memberikan kemampuan atau pengetahuan tambahan mengenai puisi,bentuk-bentuk karya sastra yang lain,juga hal-hal lain di luar itu yang berhubungan dengan kehidupan berkomunitas di BuMa.</p>
<p align="justify">Beberapa kali BuMa mengundang sastrawan senior untuk berbagi, bukan sekadar menggurui. Karena pada dasarnya tiap orang memiliki cita rasa dan kekhasan dalam menulis puisi. Kiprah BuMa untuk Semua memungkinkan kerja sama dengan komunitas atau lembaga yang bergerak di dalam bidang literasi maupun nonliterasi untuk mengadakan kegiatan berpuisi atau literasi atau kesenian secara umum atau kegiatan dengan tujuan- tujuan sosial.</p>
<p align="justify">Langkah Maksimal</p>
<p align="justify">DAPAT dikatakan, sekumpulan sastrawan muda dalam komunitas BuMa bukanlah orang-orang yang ambisius. Meski ada banyak kesempatan untuk maju, mereka memilih mengambil langkah-langkah kecil, tapi maksimal.</p>
<p align="justify">Sukses dengan buku Antologi Bunga Matahari, mereka belum berencana merilis sekuel atau tetraloginya. “Mengalir aja. Rasanya belum ideal, dari waktu dan tenaga belum memungkinkan,” tutur Anya.</p>
<p align="justify">Dahulu, pembuatan buku antologi membutuhkan dedikasi penuh dari penggagasnya. Ada sekitar 5000 puisi pertama di milis yang disaring untuk masuk buku. “Editing kita termasuk tidak repot, tapi membutuhkan keseriusan,” jelas Anya. Puisi dari tahun 2000 sampai 2005 diambil ‘’Top 180-nya’’, dan dibuatkan buku. Jika menggunakan perhitungan seperti itu, untuk Antologi part II, paling tidak dibutuhkan puisi ke 5001- 10.000 puisi.</p>
<p align="justify">Namun, tidak semudah perkara angka saja. Tidak ada target khusus, semua menjalani hidup dan napas berpuisi dengan wajar. Anya dan Edo Walla mempersiapkan buku mereka, sementara anggota lain berpuisi dari blog ke blog. “Dari kita semua, buku Anya dan Edo paling siap maju ke penerbit,” dukung Ney. Dunia maya atau jaringan internet adalah kenyataan bagi anak-anak muda ini.</p>
<p align="justify">Mereka paham betul soal ‘’dramatisasi’’ dunia maya, apa yang sedang atau akan berjaya. Selain milis, BuMa memiliki ‘jendela-jendela’ di situs sosial lain seperti YouTube, Facebook, Friendster. “Selalu ada yang baru. Dan kita tidak membatasi hanya pada satu medium,” terang Mikael.</p>
<p align="justify">Bagi mereka, puisi dan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan. Sastra dunia maya adalah hal yang menarik. BuMa ingin terus menyemangati dan mewadahi minat dan bakat menulis puisi juga merangsang keberanian dan keasyikan membaca puisi di semua kalangan.</p>
<p align="justify">Sementara itu, lewat puisi, BuMajuga ingin ikut melestarikan dan mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, BuMa telah dan terus mencari kesempatan untuk mengadakan kegiatankegiatan berpuisi yang menyenangkan serta menjalin kerja sama dengan komunitas-komunitas lain, baik yang bergerak dalam bidang sastra maupun tidak, untuk semakin mengakrabkan puisi dengan masyarakat. (yohana yuliatri)</p>
<p align="justify">
<a href='http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/attachment/25042008028/' title='25042008028'><img width="150" height="112" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/04/25042008028.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="" title="25042008028" /></a>
<a href='http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/attachment/25042008039/' title='25042008039'><img width="150" height="112" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/04/25042008039.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="" title="25042008039" /></a>
<a href='http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/attachment/25042008017/' title='25042008017'><img width="150" height="112" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/04/25042008017.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="" title="25042008017" /></a>
<a href='http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/attachment/25042008047/' title='25042008047'><img width="150" height="112" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/04/25042008047.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="" title="25042008047" /></a>
<a href='http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/attachment/25042008048/' title='25042008048'><img width="112" height="150" src="http://duniahitam.files.wordpress.com/2008/04/25042008048.jpg?w=112&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="25042008048" /></a>
</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniahitam.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniahitam.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniahitam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniahitam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniahitam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniahitam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniahitam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniahitam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniahitam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniahitam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniahitam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniahitam.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniahitam.wordpress.com&blog=3045280&post=24&subd=duniahitam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniahitam.wordpress.com/2008/04/28/bungamatahari-koran-seputar-indonesia-minggu-27-april-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55d2e107d899e7b587b1b764dd8a00c?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniahitam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>