Archive for March 4th, 2008
Chris McCandless: Mati Yang Berumur Panjang
Semalam habis nonton ‘Into The Wild’. Awalnya hanya untuk selingan menghilangkan suntuk begadang (terpaksa, ada tugas kantor yang harus dibawa pulang), ujung-ujungnya jadi suntuk beneran teringat rencana bertualang yang tertunda.
Into The Wild bercerita tentang Christopher McCandless yang meninggalkan kenyamanan rumah, keluarga kelas menengah dan masa depan cerahnya. Ia menukar semuanya dengan perjalanan berat nan panjang dan maut di ujung jalan. Mati di usia muda (24 tahun) di Stampede Trail, Alaska, setelah lebih dari seratus hari seorang diri hidup di alam bebas.
Semua atas nama idealisme. Akibat usia muda yang serba bertanya dan gelisah cari jawaban.
Sesampai di kantor pagi ini, langsung saya buat reviewnya di blog yang satu lagi. Tak lama kemudian, seorang teman berkomentar, mempertanyakan keputusan McCandless yang ‘bodoh’ dan berujung kematian.
Setelah melacak dengan Google, ketemu beberapa artikel tentang McCandless. Ada artikel simpatik dari Jon Krakauer (yang bukunya jadi dasar cerita film), ada juga yang kritis seperti Judith Kleinfeld dalam "McCandless: Hero or Dumb Jerk", yang bertanya, apakah McCandless:
1. The Hero: A person following their dreams, seeking to test themselves with adversity and risk in order to live life fully.
Atau,
2. The Soul Searcher: A person abandoning social conventions in an effort to seek truth and to discover the true self that remains hidden under social constraints. A person striving to stick to their deepest values and convictions no matter what the cost.
Atau,
3. The Dumb Jerk: A person who is futilely questing for something meaningless or worthless. A person who is woefully unprepared for a trip, who clings to misguided, self-righteous principles, losing friends and hurting themselves and their family in the process."
Menurut saya, Ia masuk dalam kategori 1 dan 2. Seperti Soe Hok Gie, mungkin? Yang jelas McCandless mengingatkan saya akan mimpi-mimpi masa muda dulu (sekarang juga relatif masih muda, tapi ngerti lah maksudnya). Ingin jadi jagawana, keliling Indonesia, dan menjelajah dunia.
Mengingatkan juga kepada niat di akhir tahun lalu untuk meninggalkan pekerjaan dan jadi gembel jalanan, vagabonding, keliling Asia Tenggara, mengulang jejak Tony dan Maureen Wheeler pendiri Lonely Planet.
Niat yang saat ini batal terbentur kenyataan bahwa saya tak hidup sendiri. Ada keluarga yang tak bisa ditinggal minggat.
Apa pun alasan sebenarnya yang melatarbelakangi tindakan McCandless, buat saya hidupnya tak sia-sia. Tentu, kasihan keluarganya. Tapi hidup yang berarti tak harus selalu berumur panjang kan?





